Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia Vs Ukraina Picu Melonjaknya Harga Pupuk di Brasil

Brasil terancam kehilangan stok pupuk impor yang kemudian merambat pada gagalnya panen masal di negara tersebut.

zoom-inlihat foto Perang Rusia Vs Ukraina Picu Melonjaknya Harga Pupuk di Brasil
lemahsinyal.blogspot.com
Ilustrasi pupuk. Perang Rusia Vs Ukraina Picu Melonjaknya Harga Pupuk di Brasil

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Konflik antara Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut memberikan kerugian besar bagi seluruh negara di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Brasil.

Bahkan akibat memanasnya konflik di dua negara tersebut, kini Brasil terancam kehilangan stok pupuk impor yang kemudian merambat pada gagalnya panen masal di negara tersebut.

Menurut data kantor berita TASS yang dikutip dari Fox Business, Brasil merupakan salah satu negara bagian Amerika Latin yang terkenal akan produksi kopi, kedelai, dan gula terbesar di dunia.

Baca juga: Senjata Rusia dan Ukraina Adu Kecanggihan Dalam Pameran Pertahanan Arab Saudi

Sayangnya kebutuhan pupuk untuk produksi bahan pokok tersebut, sepenuhnya masih bergantung pada pupuk impor. Bahkan seperlima dari 85 persen pupuk impor Brasil, berasal dari Rusia.

Namun akibat adanya sanksi ekonomi yang dilayangkan AS dan UE ke Rusia, membuat Vladimir Putin jengkel hingga membatasi kegiatan ekspor produk minyak mentah, gas alam hingga pupuk buatannya.

Meski sejauh ini presiden Brasil, Jair Bolsonaro belum melayangkan sanksi khusus untuk Rusia. Namun karena Brasil merupakan bagian dari AS maka negara tersebut terkena imbas pembatasan ekspor hingga April mendatang.

"Brasil bergantung pada pupuk itu pertanyaan suci bagi kami," jelas Presiden Jair Bolsonaro.

Bolsonaro menambahkan saat ini kondisi petani di negaranya terancam mengalami gagal panen lantaran berkurangnya stok pupuk global, imbas dari melonjaknya harga impor pupuk dunia.

Baca juga: Kunjungi Pupuk Iskandar Muda, SYL: Cek Kesiapan Supply Pupuk untuk Petani

Jika hal ini terus berlanjut, Bolsonaro khawatir nantinya petani Brasil tidak dapat memproduksi banyak tanaman akibat mahalnya biaya produk pertanian. Bahkan ancaman ini juga dapat memicu adanya kenaikan harga pangan dunia.

Sebagai informasi, sebelum pecahnya konflik Rusia – Ukraina, petani Brasil telah mengalami krisis akibat mahalnya harga pupuk global. Namun setelah konflik tersebut makin memanas justru makin memperburuk kondisi petani di negara samba tersebut.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, perang berarti kurangnya kepastian. Biaya produksi menjadi besar,” ujar Ricardo Arioli, petani kedelai dari Mato Grosso, Brasil.

Bahkan akibat krisis pasokan global yang berkepanjangan di gadang – gadang dapat memicu inflasi hingga bertambahnya orang miskin dunia di Brasil.

Baca juga: Sebagai Presiden G20, Sejumlah Upaya Bisa Dilakukan Indonesia Untuk Akhiri Invasi Rusia ke Ukraina

Mengantisipasi adanya efek berlebih bagi negaranya, Menteri Pertanian Brasil Tereza Cristina Dias, kini tengah mencoba menjalin kerjasama bilateral dengan Kanada yang dikenal sebagai produsen pupuk kalium terbesar di dunia, setelah Rusia dan Belarusia.

Tak tanggung – tanggung bahkan Pemerintah Brasil dikabarkan rela mengucurkan dana dengan jumlah yang fantastis untuk merangsang investasi di tambang kalium dan fosfor demi terealisasikanya pembuatan pabrik pupuk nasional.

Sementara pemerintah masih menyusun strategi baru, Bolsonaro menghimbau agar warganya tetap tenang dan tak perlu panik dalam menghadapi krisis pangan ini.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan