Sandiaga Uno Berharap Tidak Ada Aksi Walk-Out Saat Presidensi G20 Sektor Pariwisata

Kemenparekraf mengupayakan agar pertemuan para pejabat tinggi sektor pariwisata negara anggota G20 tidak diwarnai dengan aksi walkout.

Editor: Sanusi
ist
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin (18/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengupayakan agar pertemuan para pejabat tinggi sektor pariwisata negara anggota G20 tidak diwarnai dengan aksi walkout.

Diketahui aksi walkout delegasi dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Kanada sebagai bentuk protes atas invasi Rusia ke Ukraina mewarnai pertemuan para pejabat tinggi keuangan negara anggota G20 di Washington D.C., pada Rabu (20/4/2022).

Baca juga: Amerika Serikat dan Inggris Walk Out di Pertemuan G20, Ini Respons Sri Mulyani

Untuk itu, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan mengantisipasi efek sejumlah negara walkout bila wakil Rusia tetap hadir di berbagai event G20, khususnya di sektor pariwisata.

"Kita yakinkan kepada negara-negara G20 agar mempererat kerjasama bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Anggota G20 mempunyai persamaan yakni ingin memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mensejahterakan masyarakat," ujar Sandiaga dalam keterangannya, Senin (25/4/2022).

Baca juga: Respons Sri Mulyani soal Aksi Walk Out AS dan Inggris di Pertemuan G20 hingga Disebut Undang Putin

Sandiaga menerangkan, side events G20 memberikan dampak yang luas bagi masyarakat yakni menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian karena dalam pelaksanaannya melibatkan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Events G20 menjadi ajang untuk mengenalkan dan mempromosikan pariwisata kita serta produk ekonomi kreatif dari para pelaku UMKM," tutur Sandiaga.

Dalam pertemuan di Washington, anggota G20 dari negara-negara Barat menuduh Moskow melakukan kejahatan perang di Ukraina. Sementara, Cina, India, Indonesia dan Afrika Selatan, belum memberlakukan sanksi yang dipimpin Barat terhadap Rusia atas konflik tersebut.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved