Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal, dari Pulihnya Ekonomi hingga Melambungnya Harga Avtur

kenaikan tarif tiket pesawat ini juga disebabkan oleh tingginya harga bahan bakar avtur.

Editor: Sanusi
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
SUASANA PENUMPANG BANDARA SOETTA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tarif tiket pesawat masih juga tinggi hingga saat ini di tengah melonjaknya permintaan masyarakat akan penerbangan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, salah satu penyebab tingginya tarif tiket pesawat ini karena maskapai yang memanfaatkan momen pelonggaran perjalanan.

Menurutnya, maskapai memanfaatkan lonjakan permintaan akan penerbangan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Baca juga: Detik-detik Pesawat SAM Air Diberondong Tembakan di Papua, Pilot Selamat Lompat ke Gorong-gorong

Maskapai manfaatkan situasi

Pasalnya, selama pandemi Covid-19 dua tahun ini, industri penerbangan menjadi bisnis yang paling terpukul karena pembatasan pergerakan.

"Bahkan omzetnya turun cukup tajam sehingga mereka memanfaatkan pemulihan ekonomi, memanfaatkan rebound jumlah wisatawan untuk meraup margin yang jauh lebih tinggi untuk mengkompensasi kerugian selama pandemi," ujar Bhima saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/6/2022).

Tak imbangnya permintaan dan penawaran

Tak hanya itu, kenaikan tarif tiket pesawat ini, menurutnya, juga disebabkan oleh tidak imbangnya permintaan dan penawaran dalam penerbangan.

Saat pemerintah melonggarkan syarat perjalanan, maskapai masih belum siap menambah jumlah penerbangan yang sempat berkurang selama pandemi.

Baca juga: Bertemu IATA, Angkasa Pura II Bahas Pemulihan Sektor Penerbangan

"Banyak maskapai yang memangkas rute penerbangan, banyak yang melepas sewa pesawatnya pada saat puncak pandemi 2020 dan 2021," kata dia.

Di sisi lain, dengan dilonggarkannya syarat perjalanan, membuat kebutuhan masyarakat untuk berpergian menggunakan pesawat melonjak, baik itu untuk wisata maupun perjalanan bisnis.

"Ini mengakibatkan ketidaksiapan dari supply penerbangan yang mengakibatkan antara penawaran dan permintaan tidak seimbang sehingga harganya menjadi relatif tinggi," jelasnya.

Tingginya harga avtur

Selain itu, kenaikan tarif tiket pesawat ini juga disebabkan oleh tingginya harga bahan bakar avtur.

Dilansir dari laman Pertamina harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta pada 1-14 Juni 2022 sebesar Rp 15.749 per liter untuk penerbangan domestik dan 98,1 dollar AS per liter untuk penerbangan internasional.

Baca juga: Citilink Buka Dua Rute Penerbangan Internasional Medan-Penang dan Denpasar-Dili

Harga avtur ini naik hampir Rp 1.002 per liternya dibandingkan periode 15-30 April 2022 sebesar Rp 14.747. Sementara dibandingkan periode 1-14 Juni 2021, naik Rp 6.595 per liternya dari Rp 9.154 per liter.

Kenaikan harga avtur ini juga disebabkan oleh tingginya harga minyak mentah internasional yang saat ini bertahan di atas 100 dollar AS per barel.

"Harga minyak mentah internasional mengakibatkan harga bahan bakar pesawatnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ini memang sudah terjadi sejak awal 2021 dan berlanjut sampai 2022 ini," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab Harga Tiket Pesawat Melambung, dari Pulihnya Ekonomi, "Rebound" Jumlah Wisatawan, hingga Tingginya Harga Avtur"

Sumber: Kompas.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved