Saat Dua Menteri Jokowi Tak Kompak Soal Kenaikan Harga Mi Instan, Pernyataan Mentan Dibantah Mendag
Syahrul Yasin Limpo mengatakan harga mi instan akan naik tiga kali lipat, Sementara Zulkifli Hasan menepis isu tersebut
Editor:
Muhammad Zulfikar
Melainkan ada yang dari Amerika Selatan dan Australia. Sehingga tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga.
Indonesia 100 Persen Impor Gandum
Mengutip Kompas.com, gandum sendiri bukan produk Indonesia, jadi pemerintah tak bisa mengendalikan kenaikan harganya.
Renata Puji selaku Manager Program Agroekosistem yayasan keanekaragaman hayati Indonesia (Kehati) mengatakan bahwa bahan baku gandum bisa diganti dengan sumber pangan lokal.
Baca juga: Harga Mie Instan Hari Ini di Indomaret dan Alfamart: Mulai Rp 3.000
"Indonesia 100 persen impor gandum. Gandum itu tidak ditanam di Indonesia, tetapi Indonesia punya sumber-sumber karbohidrat yang bisa digunakan sebagai tepung-tepungan," ujar Renata.
Beberapa bahan pangan yang bisa menggantikan misalnya tepung dari umbi-umbian, singkong, sorgum, atau jenis serelia lainnya.
"Kalau ngomongin gandum itu kan tepungnya, tepung yang sekarang itu diimpor 100 persen. Ketergantungan Indonesia sangat tinggi. Orang Indonesia kalau enggak makan gandum kayaknya enggak oke, lalu harga murah karena ada subsidi," imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah membuat kebijakan agar produsen mie instan yang menggunakan gandum diminta untuk memakai 10 persen tepung lokal.
"Artinya, sekarang saatnya kita kembali menggunakan sumber-sumber tadi. Tepung-tepung yang ada untuk mengurangi gandum," pungkasnya.
Baca juga: Harga Mi Instan akan Naik 3 Kali Lipat, Apa Alasannya?
Menparekraf Wanti-wanti Pelaku UMKM dan Anak Kos
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berinovasi mengantisipasi kenaikan harga mi instan hingga tiga kali lipat.
"Anak kost siap-siap, dan untuk pelaku ekonomi kreatif kuliner yang berjualan mi instan, siapkan strategi dan inovasi," ujar Sandiaga Uno dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022).
Kenaikan harga mi instan merupakan dampak dari perang antara Rusia dan Ukraina.
Menurut data pemerintah terdapat 180 juta ton gandum tidak bisa diekspor dari kedua negara tersebut. Karena itu, mi instan diperkirakan akan naik hingga tiga kali lipat.
"Dampak dari ketidakstabilan ekonomi global karena pandemi dan juga perang Rusia-Ukraina mengakibatkan lonjakan harga gandum termasuk mi instan dan turunannya. Bukan tanpa sebab, karena kedua negara tersebut merupakan penyuplai hampir 30-40 persen produksi gandum dunia," imbuh Sandiaga.
Baca juga: Harga Mi Instan akan Naik 3 Kali Lipat, Apa Alasannya?