Makin Banyak Bank yang Tutup Kantor Cabang, Total Ada 11.290 yang Sudah Tak Beroperasi

Jumlah kantor cavang bank kini semakin menyusut terdesak oleh layanan perbankan digital.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM/HO
Teller melayani nasabah untuk bertransaksi di Kantor PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Cabang Harmoni, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Jumlah kantor cavang bank kini semakin menyusut terdesak oleh layanan perbankan digital. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan saat ini terdapat 36.111 unit kantor cabang bank umum baik di dalam maupun luar negeri hingga Juni 2022. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Makin meluasnya layanan perbankan digital membuat industri perbankan konvensional yang mengandalkan kantor cabang untuk melayani nasabah, makin terkikis. 

Layanan perbankan digital yang bisa dilakukan dari smartphone membuat jumlah kantor cabang perbankan semakin menyusut.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan saat ini terdapat 36.111 unit kantor cabang bank umum baik di dalam maupun luar negeri hingga Juni 2022.

Sebagai perbandingan, di Juni 2021 jumlah kantor cabang bank konvensional masih mencapai 47.401 unit.

Dengan demikian, dalam satu tahun terakhir, bank sudah menutup 11.290 unit jaringan kantor cabangnya. Padahal, jumlah bank umum yang ada di Indonesia tetap 107 unit dalam satu tahun ke belakang.

Kalangan bankir menyebut, pandemi telah mempercepat penerimaan nasabah dalam bertransaksi secara digital.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk misalnya telah memangkas jumlah kantor cabang dari 8.993 jaringan di akhir 2021 menjadi 8.804 unit per Juni 2022.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan perseroan akan terus melakukan penataan jaringan kerja, baik menambah atau mengurangi, agar lebih produktif dan efisien namun tetap efektif dalam memberikan layanan perbankan.

“Secara alami, akibat adanya digitalisasi serta perubahan perilaku masyarakat menyebabkan keberadaan dan fungsi kantor cabang bank konvensional akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. BRI memastikan tidak ada PHK pada karyawan,” ujarnya kepada Kontan.co.id pada Senin (22/8/2022).

Baca juga: Ribuan Kantor Cabang Bank Tutup, Eks Karyawan Bisa Pindah Kerja ke Fintech

Aestika mengatakan, karyawan pada kantor yang ditutup akan dialihkan kepada kantor BRI lain, atau dialihkan menjadi penyuluh digital.

Terdapat tiga fungsi utama dari penyuluh digital. Pertama, mengajari masyarakat untuk membuka rekening secara digital.

Kedua, mengajari masyarakat bertransaksi secara digital. Ketiga meningkatkan literasi digital masyarakat dengan mengajari masyarakat dan mewanti-wanti, hati-hati terhadap kejahatan digital, skimming, social engineering dan lain-lain.

“Saat ini transaksi digital di BRI mencapai 96,8 persen dari total transaksi, sementara untuk transaksi di jaringan kantor konvensional hanya bersisa sekitar 3,2%. Ke depan, kami proyeksikan transaksi di kantor konvensional akan terus menurun sesuai dengan journey digitalisasi masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Baca juga: Bukan Hal Baru, Fenomena Berkurangnya Kantor Cabang Bank Ada Sejak Tahun 2000

Di masa mendatang, BRI melihat layanan konvensional perbankan akan banyak digantikan oleh sistem digital. 

Halaman
123
Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved