BBM Bersubsidi

Pengusaha Warteg Terancam Gulung Tikar Imbas Kenaikan Harga BBM

Mukroni memprediksi dampak kenaikan harga BBM bagi pengusaha Warteg akan terlihat hingga tahun 2023 dan dikhawatirkan banyak warteg gulung tikar

Istimewa/ tribunjakarta.com
Ilustrasi Warteg. Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan para pemilik warteg bersiap menaikkan harga lauk usai pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan para pemilik warteg bersiap menaikkan harga lauk usai pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Menurutnya, rencana tersebut karena kenaikan BBM diprediksi akan berdampak pada mahalnya harga bahan pangan di pasaran.

"Kami mulai menghitung berapa harga menu warteg yang harus dinaikin. Kalau cabai bisa substitusi (diganti) dengan cabai kering, kalau BBM naik semua mengerek naik," kata Mukroni, Minggu (4/9/2022) seperti dilansir dari TribunJakarta.com.

Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Angkot di Kota Bekasi Mengalami Penyesuaian Rp 500-Rp 1.000

Bagi pengusaha warteg, menaikkan harga makan ini merupakan pilihan terakhir bila seluruh harga pangan naik dan tidak lagi bisa disiasati dengan cara mengurangi atau mengganti bahan.

Pun di satu sisi menaikkan harga makan membuat para pengusaha warteg khawatir ditinggal pembeli, mengingat daya masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19.

"Biasanya menunggu seminggu itung-itungannya (melihat kenaikan harga pangan). Kowantara harap pemerintah bisa mengatur emak-emak (pedagang) di pasar agar tidak naikkan harga setiap hari," ujarnya.

Menaikkan harga makan juga tidak lantas menyelesaikan masalah, karena pemilik warteg harus berhadapan dengan kenaikan harga sewa tempat usaha mereka yang diprediksi ikut naik.

Mukroni memprediksi dampak kenaikan harga BBM bagi pengusaha Warteg akan terlihat hingga tahun 2023, saat dikhawatirkan banyak warteg gulung tikar karena tidak mampu membayar sewa.

"Statemen kami (Kowantara) tahun depan banyak warteg yang tutup karena tidak bisa melanjutkan sewa atau kontrak," tuturnya.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Buruh Siap Kepung Gedung DPR pada 6 September, BIN Merespons

Sebagai informasi, pada Sabtu (3/9/2022) pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp6.800, dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved