IHSG Menguat Tapi Rupiah Kian Dekati Level Rp15.000/Dolar AS

Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di level Rp14.977 pada Senin sore (19/9/2022).

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Teller memperlihatkan pecahan uang Rupiah baru di Kantor Layanan Utama Bankaltimtara, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Cerahnya perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (19/9/2022) tidak diikuti dengan perdagangan rupiah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini naik 0,37 persen atau 26,62 poin ke 7.195,49 hingga akhir perdagangan.

Namun nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di level Rp14.977 pada Senin sore (19/9/2022).

Sebelumnya pada penutupan Jumat sore (16/9/2022), mata uang Garuda berada di level Rp14.954.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah Sepanjang Pekan Ini, Imbas Perlambatan Ekonomi Global

Analis PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra mengatakan, Rupiah terlihat rentan kembali melemah karena pasar keuangan masih dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif sebesar 75 basis poin.

“Kalau melihat pergerakan nilai tukar regional dan utama dunia sore ini yang umumnya melemah terhadap dollar AS dapat disimpulkan bahwa pasar kompak sedang mengantisipasi rapat Bank Sentral AS yang hasilnya akan diumumkan pada hari Kamis dinihari pekan ini,” papar Ariston kepada Tribunnews, Senin (19/9/2022).

“Dimana pasar berekspektasi the Fed masih akan agresif menaikan suku bunga acuannya yaitu sebesar 75 basis poin,” sambungnya.

Ariston kembali melanjutkan, dengan demikian, pasar menantikan kebijakan The Fed ke depan dari rapat tersebut.

“Dengan tingkat inflasi AS yang masih tinggi di atas 8 persen, pasar berekspektasi the Fed akan memberikan indikasi bahwa kebijakan pengetatan moneter bisa terus berlanjut hingga inflasi turun ke level target 2 persen,” pungkasnya.

Penguatan IHSG hari ini ditopang oleh kenaikan lima indeks sektoral. Sektor kesehatan melesat 1,22 persen. Sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,57 persen.

Sektor infrastruktur menanjak 0,31%. Sektor keuangan naik 0,28%. Sektor properti dan real estat menguat 0,05%.

Baca juga: 1.348 Unit Hunian DP Nol Rupiah, Harga Terjangkau dan Akses Transportasi Mudah

Enam sektor berakhir di zona merah meski IHSG menguat. Sektor transportasi dan logistik anjlok 1,86%.

Sektor energi tumbang 1,83%. Sektor teknologi merosot 1,82%. Sektor barang baku melorot 0,64%. Sektor barang konsumsi primer melemah 0,32%. Sektor perindustrian turun tipis 0,01%.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved