Pemerintah Tambah Kuota BBM Subsidi, Pengamat: Beri Dampak Positif ke Perekonomian

Pemerintah memutuskan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar

TRIBUN JABAR/Gani Kurniawan
Pengendara roda dua antre mengisi motornya dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah memutuskan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar agar cukup memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Muhammad Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar agar cukup memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir tahun ini.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menyambut baik langkah pemerintah tersebut dengan menambah kuota Pertalite 6,85 juta KL dan Solar ditambah 2,73 juta KL.

"Saya mengapresiasi langkah pemerintah dengan menambah kuota BBM JBT (Jenis BBM tertentu) dan JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan) dimana Pertalite ditambah sebanyak 6,85 juta KL dari kuota awal 23,05 juta KL dan solar ditambah sebanyak 2,73 jt KL dari 15,1 jt KL. Dengan demikian semua menjadi tenang," ujar Mamit Setiawan kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

Menurutnya, masyarakat bisa tenang karena dengan penambahan ini maka mereka bisa menggunakan JBT dan JBKP sampai akhir tahun.

Pertamina juga menjadi tenang karena dengan adanya penambahan ini mereka bisa menagih kelebihan ini kepada pemerintah dan tetap bisa menyalurkan BBM JBT dan JBKP kepada masyarkat sebagai upaya untuk menjaga perekonomian nasional. 

"Pastinya, dengan penambahan ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan nasional juga. Roda perekonomian tetap berputar, beban masyarakat juga tidak bertambah terutama bagi masyarakat yang tidak mampu," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Tambah Kuota BBM Subsidi, Pertalite Jadi 29,91 juta KL dan Solar 17,83 juta KL

Tapi dia mengingatkan dengan adanya penambahan ini bukan berarti program pembatasan penggunaan BBM bersubsidi ini terhenti.

Program dengan aplikasi mypertamin saya kira tetap dilanjutkan. Hal ini penting agar Pertamina memilik data konsumen mereka dan menghindari potensi terjadinya penyelewengan. 

"Pemerintah tetap perlu segera menerbitkan revisi Perpres 191/2014 agar pembatasan untuk pengguna Pertalite ini tetap berjalan. Jangan sampai kejadian ini berulang kembali pada tahun depan," tuturnya.

Baca juga: BPH Migas Sebut Kuota BBM Subsidi Berpotensi Habis Bulan Depan, Pertamina Pastikan Stok Aman

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutuskan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar agar cukup memenuhi permintaan masyarakat hingga akhir tahun ini.

“Kondisi perekonomian yang semakin membaik pascapandemi Covid-19 membuat permintaan konsumsi BBM Pertalite dan Solar mengalami lonjakan," kata Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Erika Retnowati yang dikutip dari Kompas.com, Selasa (4/10/2022).

Ia menjelaskan, penambahan kuota untuk Pertalite dari semula 23,05 juta kiloliter (KL) menjadi 29,91 juta KL. Sedangkan untuk Solar bersubsidi semula 15,1 juta KL menjadi 17,83 juta KL.

Menurutnya, jika tidak ditambah maka bisa dipastikan Pertalite akan habis pada pertengahan Oktober 2022 dan Solar pada November 2022.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved