Jaga Ketersediaan Minyak Goreng, Unit Pengolahan Kelapa Sawit Mini Mulai Dibangun di Bogor

Pabrik percontohan berskala kecil tersebut, dibangun untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO)

Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Peletakan batu pertama pembangunan PKS mini di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), bersama dengan anak usaha PTPN IV, PTPN V dan PTPN VI dan PTPN X, menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) membangun pilot project pengolahan kelapa sawit (PKS) mini di Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

Pabrik percontohan berskala kecil tersebut, dibangun untuk mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO), dengan kapasitas 2 ton TBS per jam.

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mahmudi, pengembangan PKS mini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni mengembangkan pabrik pengolahan minyak sawit merah skala kecil untuk menyelesaikan masalah di perkebunan kelapa sawit rakyat, dan solusi ketersediaan minyak goreng.

Baca juga: Indonesia Sasar Jepang untuk Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit

Mahmudi menilai, IPB mempunyai kepakaran industri sawit, mulai dari hulu hingga hilir serta digitalisasi atau komputerisasi.

"Dengan demikian, PTPN III akan melakukan riset bersama dengan IPB. Pada saat ini telah diseleksi proposal riset untuk mendukung bisnis PTPN III dan telah dialokasikan dana riset untuk jangka panjang,” ujar Mahmudi dalam keterangannya, Selasa (4/10/2022).

Rektor IPB, Arif Satria menyampaikan, pembangunan unit PKS mini di IPB, dapat menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian mahasiswa maupun dosen IPB, serta pihak terkait lainnya.

“Setelah unit PKS mini berjalan, IPB berencana untuk mengembangkan dan memproduksi minyak sawit merah (palm oil),” ujarnya.

Arif mengatakan, IPB telah membuat master plan dengan menjadikan areal lahan IPB di Jonggol menjadi Kawasan IPB-West Java Innovation Valley.

Di kawasan ini, kata dia, akan dibangun klaster sawit, klaster cassava, klaster peternakan, dan klaster perikanan darat, dengan memanfaatkan embung yang ada di areal peternakan.

“IPB-West Java Innovation Valley berkonsep zero waste dan hemat energi ini ini juga akan dijadikan sebagai wahana Eco-Edu-Tourism, karena di sekitar lahan IPB telah tumbuh dan berkembang permukiman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit Jonggol, Sudradjat dalam laporannya mengatakan, kebun sawit Jonggol dibangun pada akhir 2012 dan telah panen perdana pada 2015 dengan tingkat produktivitas yang bagus.

Pada saat ini, kata dia, KPPS Jongggol tingkat produktivitasnya mencapai 22-24 ton TBS per tahun per hektar.

Baca juga: Tersangka Kasus Mega Korupsi Lahan Sawit Surya Darmadi Akan Segera Disidang

“Diharapkan, produksi dapat diolah oleh PKS mini yang sedang dibangun ini,” ujarnya.

Selama ini, produksi TBS, sejak mulai panen dikirim ke PKS Cikasungka milik PTPN VIII dan perusahaan swasta di Banten. Dengan beroperasinya PKS mini yang tengah dibangun ini, akan menghemat biaya transportasi.

"Tetapi yang lebih penting dengan adanya unit PKS mini ini, mahasiswa dapat belajar, dan melakukan penelitian dalam bidang pengolahan kelapa sawit,” ungkapnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved