Kertajati Masuk Pengembangan Multi Airport System Bersama 4 Bandara Lain di Jabodetabek

Bandara Pondok Cabe akan menyusul setelah AP II melakuan nota kesepahaman (MoU) bersama pihak pengelola.

Editor: Choirul Arifin
Pemprov Jabar
Bandara Kertajati akan menjadi bagian dari pengembangan multi airport system PT Angkasa Pura II (AP II) bersama empat bandara lain di Jabodetabek. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bandara Kertajati di Jawa Barat akan masuk dalam skenario pengembangan multi airport system PT Angkasa Pura II (AP II) bersama empat bandara lain.

Keempatnya adalah Bandara Soekarno Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara Bandung, dan Pondok Cabe di Tangerang Selatan.

Bandara Pondok Cabe akan menyusul setelah AP II melakuan nota kesepahaman (MoU) bersama pihak pengelola.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan sistem ini tidak akan mendatangkan kendala dalam operasional karena pihaknya merupakan operator dari semua bandara itu kecuali Bandara Pondok Cabe.

"Jadi, kalau misalnya Soekarno Hatta, Halim, Kertajati, Husein Sastranegara, termasuk Pondok Cabe terintegrasi, akan jadi konsep multi airport system. Itu yang sedang kami siapkan," ujarnya ketika ditemui di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Sekarang, baru Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma yang menjalankan multi airport system.

Dia mengatakan perlu ada optimalisasi beberapa pendukung infrastruktur agar sistem ini dapat berjalan. "Yang harus dimaksimalkan seperti akses transportasi darat dan lain sebagainya," kata dia.

Menurut dia, skenario ini layak dieksekusi seraya membandingkannya dengan situasi di lima bandara yang terintegrasi di kawasan London Metropolitan Area, Inggris.

Kawasan itu bila dibandingkan dengan di Indonesia sering disebut sebagai Jakarta Greater Area atau Jabodetabek. Dalam hal ini, cakupan Jakarta Greater Area meluas hingga Purwakarta dan bagian barat dari Jawa Barat.

"London Metropolitan Area berpenduduk 25 - 30 juta orang. Jadi, kalau 50 juta warga Jakarta Greater Area dicakup oleh jumlah bandara yang sama, ya wajar saja," ujar Muhammad.

Artinya, warga Jakarat Greater Area bisa memilih bandara berdasarkan layanan pesawat yang mereka beli. Seperti di London Metropolitan Area ada bandara Gatwick, Heathrow, Luton, London City, dan Stansted.

"Orang tinggal pilih. Kalau mau naik pesawat LCC (Low-Cost Carrier), jangan ke London City. Semua di London city itu private jet, business jet, dan pesawat dengan niaga berjadwal mahal," katanya.

"Tapi, kalau mau naik LCC, ya ke Luton. Artinya orang sudah melakukan segmentasi," ujar Muhammad melanjutkan.

Ia menganggap Indonesia, khususnya Jakarat Greater Area, sedang bergerak maju ke arah sana. Harapannya, regulator dan operator bisa saling bersinergi. Sebab, bisa muncul situasi tidak baik bila tak ada kolaborasi antar pihak.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved