Resesi Dunia

Resesi di Amerika Serikat Tidak Bisa Dihindari, IMF Sebut Perlambatan Ekonomi akan Berlanjut di 2023

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan para pelaku pasar global agar waspada terhadap potensi resesi di 2023.

Editor: Muhammad Zulfikar
NDTV
Ilustrasi resesi Amerika Serikat. Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan pada Kamis (8/12/2022) bahwa resesi di AS tidak bisa dihindari. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan para pelaku pasar global agar waspada terhadap potensi resesi di 2023. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan pada Kamis (8/12/2022) bahwa resesi di AS tidak bisa dihindari.

Janet Yellen menuturkan, dia yakin ekonomi terbesar di dunia itu berada di jalur yang benar untuk menurunkan inflasi yang melonjak.

Pernyataan Yellen muncul di tengah kampanye kuat Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk mendinginkan permintaan tahun ini dan menurunkan inflasi sambil berusaha untuk tidak mendorong ekonomi AS ke dalam penurunan.

Baca juga: Dihantui Resesi, Warga Kanada Was-was Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Makan Keluarga

Untuk saat ini, banyak ekonom memperkirakan AS bisa mengalami penurunan pada tahun depan.

"Apakah kita dapat menghindari resesi atau tidak, saya yakin jawabannya adalah ya," kata Menkeu AS kepada wartawan saat berkunjung ke fasilitas mata uang Biro Pengukiran dan Pencetakan di Fort Worth, Texas, yang dikutip dari AFP.

Menurut Yellen kemacetan rantai pasokan mulai mereda dan harga sewa apartemen baru mencapai puncaknya, dengan pasar tenaga kerja AS juga sedikit mendingin.

"Tanpa melihat PHK nasional yang signifikan, saya yakin kita berada di jalur yang benar dalam hal menurunkan inflasi dan resesi tidak bisa dihindari," ungkapnya.

Sementara ketika sektor bisnis mengurangi ekspektasi pertumbuhan dan rencana perekrutan karyawan, jumlah orang yang meninggalkan pekerjaan juga sedikit menurun, kata Yellen.

Baca juga: Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen: Resesi di AS Tidak Bisa Dihindari

Pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan masih "sangat masuk akal" bagi AS untuk mencapai soft landing, merujuk pada skenario di mana pengangguran meningkat tetapi ekonomi menghindari resesi yang parah.

Sementara Yellen pada Kamis mengatakan AS telah "mendengarkan dengan sangat hati-hati" para sekutu dan mencoba memahami keprihatinan mereka atas dorongan Washington untuk memacu teknologi ramah iklim di Amerika.

"Saya pikir tujuan Kongres adalah memastikan kami memiliki rantai pasokan yang aman, dan mencoba memasukkan sekutu kami ke dalamnya," katanya.

Saat ditanya apakah dia memiliki rencana untuk mengunjungi China setelah pertemuan Presiden Joe Biden dengan pemimpin China Xi Jinping, Yellen mengatakan dia belum memiliki rencana yang pasti namun dia tidak menutup kemungkinan pertemuan itu akan terjadi.

Jajak Pendapat Reuters: AS Menuju Resesi Dangkal

Menurut para ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan perekonomian AS sedang menuju resesi pendek dan dangkal pada tahun mendatang.

Halaman
1234
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved