Lakukan Pertemuan Bilateral, Arab Saudi - Indonesia Bahas Masa Depan Kerja Sama Perdagangan
Berjarak 300 km di sebelah utara Madinah, dan 4 jam dari Masjid Nabawi, Al Ula dulunya adalah ibu kota Lihyanites Kuno (Dedanites).
Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Arab Saudi HE Dr Majid bin Abdullah Al-Qasabi mengatakan pertemuan bilateral Arab Saudi - Indonesia pada Minggu (22/1/2023) di Al Ula, jadi hari bersejarah lantaran untuk pertama kalinya Kerajaan Arab Saudi menjamu pejabat setingkat menteri di tempat tersebut.
Al Ula sendiri adalah kota bagian dari Provinsi Madinah, Arab Saudi, yang juga merupakan jalur perdagangan kuno menghubungkan negeri Arab hingga ke Syam, mencakup Syiria, Palestina, Yordania hingga Lebanon.
Berjarak 300 km di sebelah utara Madinah, dan 4 jam dari Masjid Nabawi, Al Ula dulunya adalah ibu kota Lihyanites Kuno (Dedanites).
Di kota ini terdapat Mada'in Saleh yaitu situs arkeologi yang dibangun lebih dari 2.000 tahun lalu oleh orang-orang Nabatean, dan diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
“Ini pertemuan bersejarah yang sangat penting untuk Arab Saudi dan Indonesia. Untuk pertama kalinya kami menjamu pejabat setingkat menteri di Al Ula. Ini sesuai dengan harapan Pangeran Muhammad Bin Salman untuk mengembangkan wilayah Al Ula menjadi daerah pariwisata,” kata Majid.
Baca juga: Menteri Perdagangan ke Arab Saudi, Ingin Buka Ritel Modern Perluas Jangkauan Perdagangan Indonesia
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara membahas masa depan kerja sama perdagangan antara Arab Saudi dan Indonesia.
Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menyampaikan sanjungannya atas sambutan hangat dari pihak Arab Saudi.
Bahkan Mendag Arab Saudi menyopiri Zulhas menuju lokasi pertemuan bilateral di Al Ula.
“Lantaran berteman dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi, Dr. Majid, sahabat saya, sampai disopiri sendiri. Tadi bahkan terbang dari Jeddah ke Madinah menggunakan pesawat pribadi milik beliau. Semoga persaudaraan ini berdampak pada kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi yang jauh lebih baik di kemudian hari,” kata Zulhas.
Dalam pertemuan ini, masing-masing pihak menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerjasama perdagangan.
Pihak Arab Saudi merasa perlu untuk meningkatkan hubungan dagang dengan Indonesia.
Kedekatan Arab Saudi - Indonesia juga jadi modal penting yang diharapkan berimplikasi pada keuntungan ekonomi kedua negara.
Zulhas pun menjelaskan pada tahun 2022, neraca perdagangan RI-Saudi mencapai 7 miliar dolar AS.
Ia mengatakan komitmen dan harapan pemerintah Indonesia ialah menguatkan aspek ekspor.
Baca juga: Uni Emirat Arab Inves 30 Miliar Dolar AS di Sektor Industri Korea Selatan
Di samping itu, Indonesia juga ingin menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu pasar utama produk-produk dari industri dan UMKM Indonesia, salah satu upayanya dengan membangun pusat ritel modern di Arab Saudi.
“Dengan adanya gerai modern di Arab Saudi, maka upaya pelaku UKM untuk memasarkan produknya akan semakin mudah. Ini tentunya akan mendorong kinerja ekspor nasional,” tutur Zulhas.
Selepas pertemuan bilateral, pada Senin (23/1) Zulhas dan rombongan Kemendag diagendakan mengunjungi kantor Saudi Food and Drug Authority (SFDA) di kawasan Al Hittin.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-perdagangan-arab-saudi-he-dr-majid-dan-mendag-ri-zulkifli-hasan.jpg)