BPD Perkuat Sinergi Bisnis Hadapi Tantangan Industri Perbankan Digital
BPD konsolidasi nasional perkuat sinergi, inovasi, dan daya saing menghadapi transformasi digital serta dinamika industri.
Ringkasan Berita:
- BPD dituntut adaptif hadapi tekanan global dan digital, perkuat inovasi serta kolaborasi demi daya saing daerah.
- Pertemuan BPD di Surakarta jadi momentum konsolidasi nasional untuk samakan arah dan perkuat sinergi antarbank daerah.
- BPD diminta solid dan inovatif, perkuat peran dorong ekonomi daerah serta jaga relevansi produk Simpeda di masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompleks dan kompetitif, Bank Pembangunan Daerah (BPD) dituntut untuk semakin adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan global hingga pesatnya transformasi digital.
Perbankan daerah tidak lagi bisa berjalan dengan pola konvensional, melainkan harus mampu memperkuat daya saing melalui inovasi, kolaborasi, serta strategi bisnis yang tepat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Momentum pertemuan BPD se-Indonesia di Surakarta pun menjadi langkah penting untuk menyatukan visi dan memperkuat peran sebagai pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca juga: Asbanda Dorong BPD Lepas dari Peran Parking Fund, Diminta Jadi Motor Ekonomi Daerah
Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa pertemuan jajaran direksi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) pada Kamis, 16 April 2026 hingga Jumat, 17 April 2026 di Kota Surakarta menjadi titik penting dalam menyatukan langkah seluruh BPD di Indonesia.
“Pertemuan kita di Surakarta ini memiliki makna yang lebih dari sekadar rangkaian acara. Ini adalah momentum konsolidasi nasional BPD, di mana kita menyatukan langkah, menyamakan arah, dan memperkuat sinergi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya bergerak sebagai kekuatan kolektif di tengah tantangan industri.
“Di tengah dinamika yang kita hadapi bersama, BPD tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita harus bergerak sebagai satu kekuatan kolektif yang saling mendukung, saling memperkuat dan bersama-sama menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Menurut Agus, ekonomi nasional bertumpu pada kekuatan daerah, sehingga peran BPD menjadi krusial dalam mendorong pertumbuhan tersebut.
Senada, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menekankan pentingnya menjaga soliditas antar-BPD di tengah tekanan global dan transformasi digital.
Baca juga: Mendagri Soroti Fungsi Strategis BPD untuk Pengawasan Pemerintahan Desa
“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian tidak hanya membawa keceriaan tetapi juga semangat baru bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Acara malam ini adalah bukti nyata bahwa sinergitas asosiasi bank daerah tetap terjaga dengan sangat-sangat solid,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa BPD harus saling menguatkan, bukan bersaing.
“Kita terus melangkah beriringan, saling menguatkan, tidak bersaing tetapi terus bersanding dan membuktikan bahwa Bank Pembangunan Daerah adalah pilar utama yang tak tergoyahkan dalam menggerakkan ekonomi di daerah masing-masing,” tegasnya.
Bambang juga mendorong inovasi agar produk Simpeda tetap relevan dan diminati masyarakat luas.
“Semoga semangat yang kita bangun ini dapat memotivasi kita semua untuk terus berinovasi sehingga Simpeda tetap menjadi pilihan utama nasabah dari Sabang sampai Merauke dan menjadikan Bank Pembangunan Daerah sebagai champion bank di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.
Acara gala dinner ini juga dihadiri oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Pembangunan Daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Agus-H-Widodo-ketua-BPD-se-Indonesia-konsolidasi.jpg)