Rabu, 29 April 2026

Tumbuh 40 persen, BSI Bukukan Laba Bersih Rp4,2 Triliun di 2022

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,26 triliun di sepanjang buku tahun 2022.

Tayang:
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
Bambang Ismoyo/Triunnews.com
Direktur Utama BSI Hery Gunardi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,26 triliun di sepanjang buku tahun 2022.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut tumbuh 40,68 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Di mana pada 2021, BSI mencetak laba bersih sebesar Rp3,03 triliun.

Baca juga: Penghimpunan Dana Via Digital Tumbuh 44 Persen, BSI Maslahat Salurkan Permodalan ke 577 UMKM

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan, capain ini merupakan laba tertinggi sepanjang sejarah berdirinya bank syariah di Indonesia.

Ia melanjutkan, capaian impresif ini merupakan hasil kerja yang solid dan strategi respon yang tepat (strategic response) BSI di tengah berbagai tantangan ekonomi di sepanjang tahun 2022.

Ditambah lagi BSI telah menjadi market leader dalam industri keuangan syariah di Indonesia, baik dari sisi jaringan, customer based, capital untuk dapat melayani umat dan nasabah.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di Indonesia, BSI terus mengoptimalkan potensi pengembangan Islamic Ecosystem dalam negeri, mulai dari peningkatan literasi keuangan syariah, menyasar ekosistem Ziswaf, masjid, pendidikan, kesehatan dan industri manufaktur lainnya.

“Pencapaian ini membuktikan strategic response BSI yang tepat untuk meraih pertumbuhan bisnis yang sehat, penghimpunan dana masyarakat, menjaga sustainability pertumbuhan yang fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah, serta menjaga kualitas aset,” ucap Hery dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Lebih lanjut Hery menambahkan, pertumbuhan laba perseroan diiringi dengan meningkatnya aset BSI yang saat ini mencapai Rp305,73 triliun, tumbuh 15,24 persen (yoy).

Selain itu, juga ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang sehat dari segmen retail dan wholesale serta didukung oleh peningkatan dana murah, kualitas pembiayaan yang baik, efisiensi dan efektivitas biaya dan fee based income (FBI).

Peningkatan laba bersih juga didorong oleh pencapaian kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp261,49 triliun yang tumbuh 12,11 persen secara tahunan.

Kemudian, pembiayaan yang tumbuh 21,26 persen (yoy) menjadi Rp207,70 triliun, serta peningkatan fee based income BSI Mobile mencapai Rp 251 miliar, tumbuh 67 persen (yoy).

Hingga Desember 2022, total pembiayaan BSI mencapai Rp207,70 triliun, dengan porsi pembiayaan yang didominasi oleh pembiayaan konsumer sebesar Rp106,40 triliun, tumbuh 25,94 persen (yoy).

Selain itu, pembiayaan wholesale sebesar Rp57,18 triliun atau tumbuh 15,80 persen (yoy) dan pembiayaan mikro yang mencapai Rp18,74 triliun, tumbuh 32,71 persen (yoy).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved