Melihat Strategi SILO Kembangkan Industri Kesehatan Melalui Siloam 5.0
Sejak tahun 2020, Siloam 5.0 diimplementasikan sehingga SILO memiliki target bisnis yang terstruktur.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) di sektor pelayanan kesehatan, berhasil menunjukkan hasil penerapan strategi jangka Panjang bertajuk Siloam 5.0.
Strategi pengembangan sekaligus monitoring kinerja yang dimulai sejak tahun 2019 tersebut terbukti sukses mendorong kinerja SILO.
Sejak tahun 2020, Siloam 5.0 diimplementasikan sehingga SILO memiliki target bisnis yang terstruktur.
Pada tahun 2022, Siloam 5.0 berjalan dengan lancer mulai dari target, monitoring, hingga eksekusi.
Baca juga: Kembangkan Industri Kesehatan, SILO Tambah Fasilitas Homecare di 41 Rumah Sakit
Bahkan, melalui penerapan Siloam 5.0, SILO berhasil menutup tahun buku 2022 dengan hasil yang sangat baik melalui program klinis berkelanjutan, investasi untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan mitra asuransi, optimasi dari perluasan jaringan, dan perjalanan bisnis digital transformatif.
Di saat yang sama, strategi SILO sendiri terdiri dari 4 pilar yaitu pertumbuhan bisnis inti, perluasan jaringan, program klinis, dan digital bisnis.
Pada pertumbuhan bisnis inti, Siloam melanjutkan fokusnya pada pengembangan dan transformasi komposisi pembayaran, dan meningkatkan program loyalitas pasien.
Hasilnya, pasien pembayaran individu pada tahun 2022 memberikan kontribusi lebih dari 80 persen dari total pendapatan SILO, sedangkan kontribusi dari pengguna BPJS Kesehatan dipertahankan sebesar 20% dari total pendapatan.
Transformasi mix pembayaran ini membuat SILO meningkatkan pendapatan rata-rata per tempat tidur (ARPOB) dari Rp2,2 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp3,3 miliar pada tahun 2022.
Selain itu, fokus pada saluran bisnis digital telah mengarah pada transaksi hingga komunikasi end-to-end terintegrasi. Keterlibatan yang lebih baik dengan pasien dan transparansi catatan medis sekarang tersedia untuk setiap pasien melalui aplikasi seluler.
SILO juga berkomitmen berinvestasi dalam mengembangkan Centres of Excellences (CoE) berstandar tinggi seperti Onkologi, Kardiologi, Neurologi, dan Urologi sehingga tingkat kunjungan pasien meningkat.
Pada tahun 2022, Inpatient Days (Hari Rawat Inap) mencapai 813.676 hari atau tumbuh 13,7% dibandingkan tahun 2021.
Adapun total Kunjungan Rawat Jalan per tahun 2022 lebih dari 3,2 juta pasien atau meningkat 33,9% dibandingkan tahun 2021. Pertumbuhan volume pasien didorong oleh tingginya kompleksitas kasus dan jumlah perawatan bedah yang lebih tinggi.
Alhasil, pada tahun 2022, SILO berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp9,51 triliun atau naik 1,45% dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar Rp9,38 triliun.
Laba usaha SILO juga tercatat naik menjadi Rp1,02 triliun pada tahun 2022, dari Rp1,01 triliun pada tahun 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rumah-sakit-rs-siloam-h.jpg)