Minggu, 31 Mei 2026

Neraca Perdagangan Surplus 35 Bulan Beruntun, Mendag Zulhas: Berkat Kinerja Ekspor Makin Baik

Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada Maret 2023 sebesar 2,91 miliar dolar AS seiring perbaikan kinerja ekspor.

Tayang:
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada Maret 2023 sebesar 2,91 miliar dolar AS seiring perbaikan kinerja ekspor. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Salah satu faktor penyebab naiknya nilai ekspor pada Maret 2023 adalah peningkatan permintaan dari negara utama tujuan ekspor.

Terdapat kenaikan antara lain dari Vietnam 24,43 persen, China (15,24 persen), India (13,25 persen), Singapura (9,15 persen), Taiwan (7,95 persen), dan Korea Selatan (7,84 persen MoM).

“Kinerja ekspor nonmigas Maret 2023 secara bulanan terbilang cukup baik karena mencatatkan pertumbuhan pada seluruh sektor," ucap Zulhas.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Skandal Kasus Ekspor-Impor Emas Senilai Rp189 Triliun, PT X Didenda Rp500 Juta

"Pada bulan Maret ini, ekspor sektor pertambangan naik sebesar 18,43 persen, kemudian ekspor sektor pertanian naik 11,72 persen, dan ekspor sektor industri pengolahan meningkat sebesar 7,22 persen MoM,” sambungnya.

Mendag mengungkapkan, beberapa produk ekspor nonmigas dengan peningkatan nilai terbesar pada Maret 2023 antara lain bahan logam mulia, perhiasan/permata m yang naik 93,04 persen.

Kemudian dilanjutkan oleh komoditas bijih, terak dan abu logam yang naik 52,28 persen. Tembaga dan barang daripadanya naik 42,01 persen.

Dan untuk bahan kimia organik naik 36,97 persen, serta olahan dari tepung naik 29,57 persen secara MoM.

Kemudian untuk ekspor nonmigas Indonesia ke mayoritas 30 negara utama pada Maret 2023 tercatat naik dibandingkan bulan lalu.

Beberapa negara tujuan ekspor utama dengan peningkatan ekspor nonmigas tertinggi pada Maret 2023 antara lain Swiss yang melonjak 214,33 persen, Rusia (naik 70,32 persen), Italia (58,89 persen), Belgia (40,80 persen), dan Spanyol (40,06 persen MoM).

Kenaikan ekspor nonmigas ke Swiss terutama didorong oleh naiknya ekspor logam mulia, perhiasan/permata sebesar 226,84 persen.

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan emerging market dan developing economies tumbuh signifikan.

Pada Maret 2023, ekspor nonmigas ke kawasan Amerika Selatan maupun Asia Barat menguat, masing-masing sebesar 66,59 persen dan 160,11 persen.

Ekspor nonmigas ke kawasan Eropa Barat juga naik sebesar 50,05 persen (MoM).

“Selain itu, ekspor nonmigas Indonesia ke seluruh wilayah Asia, kecuali Asia Tengah, juga meningkat. Peningkatan terjadi di kawasan Asia Timur (9,99 persen), Asia Tenggara (2,9 persen), Asia Selatan (4,27 persen), dan Asia Lainnya (13,73 persen) MoM.

Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Asia masih menjadi pasar yang menjanjikan bagi ekspor nonmigas Indonesia,” kata Mendag.

Secara kumulatif, total ekspor selama periode Januari–Maret 2023 tercatat mencapai 67,20 miliar dolar AS, naik 1,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2022.

Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh ekspor sektor nonmigas yang naik 0,55 persen menjadi 63,19 miliar dolar AS dan ekspor sektor migas yang naik 21,56 persen menjadi sebesar 4,01 miliar dolar AS.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved