Sabtu, 30 Mei 2026

Faisal Basri Kritik Kebijakan Hilirisasi Pemerintah: 90 Persen Hasilnya Lari ke China

Menurut Faisal Basri, kebijakan hilirisasi 90 persennya lari ke China dan nyata-nyata mendukung industrialisasi di China.

Tayang:
Ria Anatasia/tribunnews.com
Ekonom Faisal Basri mengkritik kebijakan hilirisasi di sektor minerba yang menurutnya nyata-nyata untuk mendukung industrialisasi China. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom senior Faisal Basri mengkritik kebijakan hilirisasi di sektor mineral yang saat ini gencar dilakukan pemerintah.

Faisal mengatakan, hilirisasi yang dilakukan oleh pemerintah secara jelas mendukung industrialisasi di China.

Hal itu ia sampaikan dalam acara KTT INDEF 2023: Menolak Kutukan Deindustrialisasi: Menuju Pengarusutamaan Industri Hijau, Selasa (8/8/2023).

"Tidak ada yang namanya strategi industrialisasi, yang ada hanya kebijakan hilirisasi. Beda. Kalau industrialisasi memperkuat struktur perekonomian, struktur industri, meningkatkan nilai tambah dalam negeri," kata Faisal.

"Kalau hilirisasi sekadar dari bijih nikel jadi NPI atau feronikel. Sungguh hilirisasi itu kita tak dapat banyak. Maksimal 10 persen. 90 persennya lari ke China. Jadi hilirisasi di Indonesia nyata-nyata mendukung industrialisasi di China. Luar biasa. T*lol," lanjutnya.

Kemudian, Faisal menyebut bahwa pemerintah menggunakan istilah hilirisasi karena tidak mampu memenuhi syarat industrialisasi yang sehat.

Ia kemudian berkelakar bagaimana dirinya meminta penjelasan ke tokoh terkenal, mendiang Adam Smith, mengenai Indonesia yang punya segala macam instansi soal investasi, tapi realisasinya selalu rendah.

Baca juga: Tren Harga Mobil Listrik Global Turun, Faisal Basri Sebut Harga EV di Indonesia Malah Kian Melambung

"Saya makin lama makin bingung makanya saya terbang ke Edinburgh. Ziarah ke makam Adam Smith. Tolong dong jelaskan fenomena di Indonesia. Indonesia ada Menko Investasi, ada Menteri Investasi, ada Satgas Percepatan Investasi, ada segala macam insentif yang diberikan dari tax holiday sampai segala macam. Kenyataannya pertumbuhan investasi turun terus. Itu saya bingung," ujar Faisal.

Baca juga: Luhut Klaim Program Hilirisasi Berkontribusi Jaga Pertumbuhan Ekonomi RI

"Adam Smith saja bingung liat Indonesia. Antara apa yang terjadi, antara apa yang kata data (berbeda dengan, red) apa yang kata pejabat," lanjutnya

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved