Jumat, 29 Agustus 2025

Harga Bitcoin Kembali Melejit ke 50.000 Dolar AS, Ditopang oleh Sentimen Arus Masuk

Harga Bitcoin masih tetap menunjukkan tren tinggi dan baru-baru ini harga Bitcoin naik hingga mencapai 52.000 dolar AS.

Editor: Choirul Arifin
Pexels / Worldspectrum
Ilustrasi bitcoin - Harga Bitcoin sempat turun tipis sebagai respons terhadap rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan tingkat inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. 

Kendati demikian, jika mengamati dinamika pasar saham domestik, khususnya lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merespons positif terhadap hasil hitung cepat Pemilu 2024, hal ini dapat menjadi indikator optimis bagi pasar kripto lokal.

“Seringkali, tren di pasar saham dapat menjadi cerminan bagi pergerakan pasar kripto, menunjukkan kemungkinan adanya momentum positif di lingkup kripto domestik,” kata dia.

Selain itu, dia mengatakan bahwa isu-isu terkait regulasi yang mungkin muncul pasca-pemilu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, juga dapat mempengaruhi pergerakan harga aset kripto. 

Pelaku pasar cenderung menahan diri dan menunggu kejelasan terkait regulasi sebelum melakukan keputusan investasi yang besar, termasuk momen Pemilu 2024.

Dalam hal ini, dia menyarankan para investor kripto dan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap dinamika politik dan regulasi yang mungkin berdampak pada pasar kripto, serta selalu membuat keputusan investasi berdasarkan analisis yang teliti dan strategi yang matang.

Laporan reporter: Nadya Zahira | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan