Minggu, 31 Agustus 2025

Hilirisasi Kratom, Menteri Teten Ungkap RI Bisa Untung Rp 90 Juta Per Kg

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkap potensi nilai dari hilirisasi kratom bisa mencapai Rp 90 juta per kilogram (kg).

AFP PHOTO/LOUIS ANDERSON
Petani kratom, Gusti Prabu, menunjukkan daun kratom di sebuah perkebunan di Pontianak, Kalimantan Barat 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkap potensi nilai dari hilirisasi kratom bisa mencapai Rp 90 juta per kilogram (kg).

Ia menyebut langkah strategis pengembangan produk kratom telah dibahas di rapat kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi.

Teten mengatakan, produk kratom berpotensi tidak hanya untuk industri makanan dan minuman, tetapi juga farmasi dan kesehatan.

Baca juga: Agar Tak Dijual Murah, Kementerian Perdagangan Bakal Wujudkan Tata Niaga Kratom

"Sayang sekali kalau dijual hanya dalam bentuk bahan mentah. Paling tidak sampai ke green powder," kata Teten ketika ditemui di kantor KemenKopUKM, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2024).

Teten mengatakan, kratom bila diproduksi ekstraknya bisa mencapai 6 ribu dolar Amerika Serikat (AS) per kg.

Jika dikonversi menjadi rupiah, nilai hilirisasi kratom bisa mencapai sekitar Rp 90 juta dengan kurs Rp 15 ribu per dolar AS.

Untuk melakukan hilirisasi kratom, Teten mengatakan teknologi yang dibutuhkan tidak sulit.

"Kalau dolarnya Rp 15 ribu per dolar AS, berarti kan Rp 90 juta per kilo dan teknologi itu enggak sulit," ujar Teten.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu mengatakan, selama ini kratom yang diekspor RI banyak dikirim ke Amerika Serikat dan India.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor kratom selalu mengalami pertumbuhan dengan tren sebesar 15,92 persen per tahun sejak 2019.

Baca juga: Zulkifli Hasan Setuju RI Ekspor Kratom: Kalau Nanti Penggunaannya Salah, Bukan Urusan Kita

Salah satu negara tujuan ekspor utama kratom Indonesia adalah AS.

Pada periode Januari-Mei 2023, porsi AS mencapai 4,86 juta dolar AS atau 66,30 persen dari total ekspor kratom Indonesia.

Teten tak ingin Indonesia mengekspor kratom secara mentah lagi. Teknologi ekstraknya pun disebut tidak mahal.

"Teknologi ekstraksi gampang, enggak sulit, enggak (mahal). Itu paling (harganya) Rp 3,5 miliar alatnya. Kalau green powder hanya tepung, murah itu," ucap Teten.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan