Kolaborasi BRIN, INOTEK dan Sampoerna Dorong UMKM Manfaatkan Riset dan Teknologi
Program UUI 2024 merupakan program kolaboratif antara Yayasan INOTEK bersama BRIN dan didukung oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC)
TRIBUNNEWS.COM – Pendampingan dan peningkatan kapasitas UMKM dengan memanfaatkan riset dan teknologi memainkan peran penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis pelaku UMKM. Atas dasar itu, Program UMKM Untuk Indonesia (UUI) hadir.
Program UUI 2024 merupakan program kolaboratif antara Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang didukung oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia” (SUI).
Sebagai puncak Program UUI 2024, diadakan acara “Inovasi dan Digitalisasi Entrepreneur untuk Akselerasi Lanjutan (IDEAL)” yang melahirkan 5 UMKM pemenang terpilih. Program UUI 2024 adalah pelaksanaan program kedua setelah digelar perdana pada 2023 lalu.
IDEAL hadir untuk mengakselerasi pengembangan UMKM melalui penguatan kapasitas dalam pemasaran digital sehingga mereka dapat meningkatkan daya saing. Berlangsung sejak Februari 2024 lalu, IDEAL ini telah berhasil meningkatkan kapasitas bisnis dan pemanfaatan teknologi digital bagi 1.000 pelaku UMKM di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, yang hadir pada acara IDEAL, mengatakan bahwa riset dan inovasi sangat penting bagi UMKM. Inovasi terkait erat dengan kemampuan untuk beradaptasi, sementara riset membuka peluang baru yang mungkin tidak terpikirkan oleh pelaku UMKM.
BRIN, kata Tri Handoko, membuka diri sehingga para periset bisa mendapatkan masukan dari pelaku UMKM terkait persoalan yang dihadapi dan bisa langsung mencarikan solusi alternatif bagi persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.
Baca juga: PT HM Sampoerna Tbk. Perkuat Program Kemitraan untuk Dorong Kesejahteraan Petani
“Kami di BRIN menawarkan platform yang memungkinkan inovasi. Itulah alasan kami senang berkolaborasi dengan INOTEK karena bisa bersama-sama membantu UMKM. Pelaku UMKM tidak perlu ikut langsung riset, tapi lewat para periset [dari BRIN] dia bisa mendapatkan peluang baru, produk yang berbeda dari yang ada di pasaran,” ujarnya pada acara IDEAL di Jakarta, (10/10/2024).
Sachin V Gopalan, Anggota Dewan Pembina INOTEK mengapresiasi upaya nyata lewat kolaborasi INOTEK, BRIN, dan SETC, untuk membantu dan meningkatkan daya saing 1.000 UMKM di Jakarta dan Jawa Barat.
Menurutnya, Program UUI tidak hanya sebagai ajang untuk berbagi informasi sesama UMKM, tetapi juga menjalin hubungan yang lebih erat antara institusi riset pemerintah dan swasta.
Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menciptakan solusi yang tepat dan relevan untuk tantangan yang dihadapi UMKM," tambahnya,
Sebagai informasi, SETC merupakan pusat pelatihan kewirausahaan terpadu yang hadir untuk memberikan pelatihan bagi para pelaku UMKM dari seluruh Indonesia. Berdiri di atas lahan seluas 27 hektare di Pasuruan, Jawa Timur sejak 2007 lalu, SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 72.000 pelaku UMKM di Indonesia.
Perwakilan Sampoerna Untuk Indonesia, Arief Triastika, mengatakan bahwa SETC berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia, termasuk melalui transformasi digital.
“Melalui payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia, kami senantiasa mendukung sektor UMKM untuk terus bertumbuh sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional,” kata Arief.
Setelah melalui proses kurasi yang ketat oleh para ahli di bidangnya keluar lima pemenang pada ajang IDEAL 2024. Kelima UMKM terpilih itu mulai dari peringkat pertama ialah Batik Gending Amarta, Bogor Sari Nutrisi atau Yess Yoghurt, Imah Teuweul Indonesia, Madu Non Pasteurisasi, dan Mbrebes Mili Food.
Baca juga: Pesta Rakyat UMKM untuk Indonesia: Sinergi Sampoerna Dorong Percepatan Transformasi Ekonomi Inklusif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/INOTEK-BRIN-SAMPOERNA.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.