Jumat, 17 April 2026

Ramadan 2026

Jelang Sidang Isbat, Peneliti BRIN Prediksi Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berpotensi berbeda di Indonesia.

|
Editor: Wahyu Aji
WartaKotalive.com/henry lopulalan
RAMADAN 1447 H - Suasana buka puasa bersama di lantai dua Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2016). Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berpotensi berbeda di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, memprediksi awal Ramadan 1447 H/2026 berpotensi berbeda di Indonesia, bukan karena perbedaan metode hisab dan rukyat, melainkan karena pendekatan hilal global dan hilal lokal.
  • Pendekatan hilal global mengacu pada terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat di mana saja di dunia; karena pada 17 Februari 2026 kriteria tersebut terpenuhi di Alaska, pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal berpotensi menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berpotensi berbeda di Indonesia.

Hal ini bergantung pada pendekatan yang digunakan dalam penetapan hilal.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menegaskan perbedaan kali ini bukan karena metode hisab dan rukyat, melainkan pendekatan hilal global dan hilal lokal.

“Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal,” ujar Thomas kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).

Hilal Global dan Hilal Lokal

Thomas menjelaskan, hilal global merujuk pada terpenuhinya kriteria Imkanur Rukyat di mana pun di dunia.

Berdasarkan perhitungan, pada saat magrib 17 Februari, kriteria itu terpenuhi di Alaska.

“Hilal global merujuk terpenuhinya kriteria Imkan Rukyat di mana saja. Pada saat magrib 17 Februari kriteria itu terpenuhi di Alaska, maka pengguna Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) menetapkan awal Ramadan 18 Februari 2026,” kata Thomas.

Sementara itu, hilal lokal mengacu pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara.

Pada waktu magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat.

Bahkan di Indonesia, posisi bulan masih berada di bawah ufuk.

“Hilal lokal merujuk wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Pada saat magrib 17 Februari, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkan Rukyat, bahkan di Indonesia posisi bulan masih di bawah ufuk,” kata Thomas.

Dengan pendekatan hilal lokal, awal Ramadan diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026. “Maka secara hisab dan (nanti dibuktikan) secara rukyat awal Ramadan pada 19 Februari 2026,” tambahnya.

Penjelasan Menteri Agama

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, berharap potensi perbedaan awal puasa Ramadan 1447 H pada 2026 ini tidak menimbulkan konflik.

Adapun, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved