Senin, 8 Juni 2026

Swasembada Pangan Cita-cita Prabowo Tak Hanya Sasar Beras, Tapi Juga Jagung dan Gula

Zulkifli Hasan mengungkap bahwa swasembada pangan yang bakal dicapai pada 2028 mendatang tak hanya menyasar beras.

Tayang:
HO
Menko Zulhas menjelaskan bahwa swasembada pangan ini tak hanya menyasar beras. Ada juga komoditas lain seperti jagung dan gula. 

 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordintator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap bahwa swasembada pangan yang bakal dicapai pada 2028 mendatang tak hanya menyasar beras.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, mengungkap bahwa kementerian yang ia pimpin memang dikhusus untuk mengurus target swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Ini menjadi prioritas utama Presiden Prabowo yang (disampaikan) berulang-ulang, baik dalam visi misi, pelantikan di DPR, maupun di berbagai kesempatan. Swasembada pangan, tidak boleh tawar-tawar.

Baca juga: Kejar Swasembada Pangan, Pemerintah Targetkan 1 Juta Hektare Lahan Teraliri Irigasi

Selambat-lambatnya 2028, kita harus swasembada pangan," katanya dalam acara pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama Kemenko Pangan di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2024).

Zulhas menjelaskan bahwa swasembada pangan ini tak hanya menyasar beras. Ada juga komoditas lain seperti jagung, tebu, dan gula.

"Bukan beras, tapi pangan. Artinya kalau pangan itu beras, ada jagung, ada tebu, dan lain-lain. Bisa kita capai dengan dukungan semua pihak," ujarnya.

Ia menekanan pentingnya ketersediaan pupuk dalam mencapai swasembada pangan.

Zulhas menyebut ia sudah melakukan pertemuan dengan para distributor, kios, dan petani untuk mengetahui persoalan pupuk di lapangan.

"Kemarin bagus ternyata. Stok pupuk cukup di lapangan, walaupun rantai (distribusi) panjang, tapi kemarin tersedia dengan baik. Jangan sampai datang, sudah panen," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengandalkan dua programnya, yaitu ekstensifikasi dan intensifikasi, untuk mencapai target swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Intensifikasi terdiri dari pompanisasi dan optimalisasi lahan. Program ini diharapkan bisa meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

Baca juga: Mentan Andi Amran Sulaiman Ajak Anggota DPR Wujudkan Swasembada Pangan

Pompanisasi adalah program irigasi sawah menggunakan sistem pipa yang terpasang dari sungai serta air tanah ke sawah-sawah. Ini diklaim berguna untuk memastikan ketersediaan air di musim kering.

"IP-nya 1 menjadi 2, 2 menjadi 3, atau 1 menjadi 3. 1 kali tanam bisa menjadi 3 kali tanam. 1 kali tanam bisa menjadi 2 kali tanam, atau 2 kali tanam bisa menjadi 3 kali tanam," kata Amran kepada wartawan di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2024).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved