Minggu, 31 Agustus 2025

Distribusi Elpiji 3 Kg

Bahlil Sikapi Antrean Masyarakat Beli Elpiji 3 Kg di Pangkalan: Kami Lagi Bahas Agar Tak Antre

Seharusnya setelah disubsidi oleh pemerintah, harga Elpiji 3 kg di pangkalan resmi berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per tabung.

Tribunnews/Endrapta Pramudhiaz
ATURAN PENJUALAN ELPIJI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2024 di Jakarta, Senin (3/2/2025). Bahlil menyebut praktik permainan harga selama ini menjadi alasn Pemerintah mengubah pola distribusi elpiji 3 kg. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang membahas penanganan agar tak terjadi lagi antrean di pangkalan resmi Pertamina yang menjual elpiji 3 kg.

Diketahui, usai kebijakan yang memperbolehkan hanya pangkalan yang menjual elpiji 3 kg, antrean panjang terjadi di pangkalan resmi Pertamina.

"Lagi dibahas dan diawasi agar tidak terjadi antrean yang panjang," kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2025).

Agar tidak terjadi antrean panjang, ia mengatakan Kementerian ESDM sedang berusaha membuat para pengecer naik statusnya menjadi pangkalan resmi Pertamina.

Baca juga: Gas Melon Langka, Tata Niaga Elpiji Harus Disiapkan Lebih Matang agar Tidak Merugikan Masyarakat

Adapun cara menjadi pangkalan resmi Pertamina, pengecer perlu memenuhi syarat yang berlaku, lalu mendaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Ini kan cuma status dari pengecer ke pangkalan, izin dikasih. Kalau dia enggak mau, saya justru ada pertanyaan ada apa," ujar Bahlil.

Berdasarkan pantauan di media sosial, kebijakan terbaru ini banyak menimbulkan antrean di berbagai wilayah.

Banyak warganet di media sosial X menyoroti kebijakan yang diambil Menteri ESDM.

Menurut mereka, aturan yang digaungkan Bahlil membawa masyarakat kembali ke era perubahan dari penggunaan minyak tanah ke gas elpiji.

Warganet dengan akun @bangpoerslalu menyebutkan di tengah melajunya teknologi, masyarakat Indonesia harus terjebak dalam rutinitas kuno.

"Masyarakat kembali merasakan kesulitan yang serupa dengan era 'Minyak Tanah', antrean panjang untuk mendapatkan gas Elpiji 3 Kg! Di tengah kemajuan digital, mereka justru terjebak dalam rutinitas kuno hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar: memasak untuk keluarga. @KementerianESDM," tulis @bangpoerslalu melalui X, dikutip Tribunnews.com, Senin (3/2/2025).

Selain itu, akun X @postbyref juga menuturkan masalah pengecer yang sudah tidak boleh berjualan elpiji 3 kg sudah menimbulkan kekacauan sedari semalam.

"Semalem udah pada chaos nyari elpiji. Kalo di daerah sini masih enak sih banyak agen gede, yang di daerah terpencil gimane," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tribunnews, puluhan lebih warga mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram (kg) di pangkalan gas di Jalan Haji Mencong, Ciledug, Tangerang, Banten, Senin (3/2/2025).

Sekira pukul 14.22 WIB, para warga hendak membeli gas elpiji 3 kg di Pangkalan Elpiji 3 Kilogram Nurman Mangkunegara.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan