Sabtu, 10 Januari 2026

BPS: Kinerja Ekspor Indonesia di Januari 2025 Merosot Jadi 21,45 Miliar Dolar AS

Penurunan nilai ekspor non migas utamanya terjadi di sektor pertambangan dan lainnya yang turun sebesar 27,09 persen dengan andil sebesar 4,31 persen.

Financial Times
EKSPOR INDONESIA-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 8,56 persen jadi 21,45 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, total ekspor Indonesia mengalami penurunan secara bulanan didorong oleh penurunan nilai ekspor migas dan non migas, Senin (17/2/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 8,56 persen jadi 21,45 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan bulan Desember 2024 sebanyak 23,46 miliar dolar AS.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, total ekspor Indonesia mengalami penurunan secara bulanan didorong oleh penurunan nilai ekspor migas dan non migas.

"Nilai ekspor migas tercatat senilai 1,06 miliar dolar AS atau turun 31, 35 persen dan nilai ekspor non migas tercatat turun sebesar 6,96 persen dengan nilai 20,40 miliar dolar AS," kata Amalia dalam Rilis BPS, Senin (17/2/2025).

Amalia merincikan, penurunan ekspor migas pada periode Januari 2025 ini didorong oleh penurunan nilai ekspor gas dengan andil sebesar

Baca juga: Nilai Ekspor Ditargetkan Rp4,8 Triliun di Tengah Tantangan Global, Mendag Budi Jabarkan Tantangannya

1,08 persen.

Sedangkan penurunan nilai ekspor non migas utamanya terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya yang turun sebesar 27,09 persen dengan andil sebesar 4,31 persen.

"Penurunan ini diutamakan atau disebabkan utamanya oleh batubara, bijih tembaga, lignitif, bahan mineral lainnya serta biji zirkonium niobium dan tantalum," ujar Amalia.

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor non migas senilai 20,40 miliar dolar AS berdasarkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami penurunan sebesar 6,35 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 0,59 miliar dolar AS.

"Sektor pertanian berkontribusi sebesar 0,55 miliar dolar AS," ujar Amalia.

Sementara sektor pertambangan berkontribusi 2,72 miliar dolar AS atau menurun 27,09 persen dari bulan Desember 2024 sebanyak 3,73 miliar dolar AS. Adapun sektor industri pengolahan menyumbang sebesar 17,13 miliar dolar AS atau menurun 2,72 persen dibandingkan Desember sebesar 17,61 miliar dolar AS.

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved