Jumat, 8 Mei 2026

Mesir Siapkan Proyek Raksasa di Dekat Perbatasan Israel, Diklaim Ubah Peta Perdagangan Kawasan

Mesir menyiapkan proyek logistik raksasa di Sinai Utara dekat perbatasan Israel. Zona terpadu ini diklaim mampu mengubah peta perdagangan kawasan.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
MESIR BANGUN PROYEK BARU- Ilustrasi Bendera Mesir. Mesir menyiapkan proyek logistik raksasa di Sinai Utara dekat perbatasan Israel. Zona terpadu ini diklaim mampu mengubah peta perdagangan kawasan. 

Ringkasan Berita:
  • Mesir siapkan proyek logistik raksasa di Sinai Utara perbatasan Israel di Rafah, dengan mengalokasikan lahan negara seluas sekitar 6,22 juta meter persegi.
  • Proyek ini terhubung dengan koridor logistik lintas Sinai, mencakup pengembangan Pelabuhan Al-Arish, jalur kereta api hingga Taba, serta koneksi ke pelabuhan Laut Merah guna menghubungkan Mediterania dan Laut Merah.
  • Pembangunan tersebut diklaim mampu mengubah peta perdagangan kawasan, memperkuat posisi Mesir sebagai pusat logistik regional.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Mesir bersiap meluncurkan sejumlah proyek strategis berskala besar di wilayah Sinai Utara, termasuk area yang berdekatan dengan perbatasan Israel di sekitar Rafah.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional Presiden Abdel Fattah El Sisi untuk mempercepat pengembangan Semenanjung Sinai.

Sekaligus memperkuat peran Mesir sebagai pusat perdagangan dan logistik regional.

Dalam surat Keputusan Presiden Nomor 736 Tahun 2025 yang telah diterbitkan dalam Lembaran Negara, Presiden El Sisi mengalokasikan beberapa bidang tanah milik negara di Kegubernuran Sinai Utara kepada Otoritas Umum Pelabuhan Darat dan Kering untuk pembangunan zona logistik terpadu.

Keputusan presiden tersebut mencakup tiga bidang tanah utama yang berlokasi di dekat Rafah, El Hassana, dan wilayah Baghdad di Sinai Utara.

Adapun Total luas lahan yang dialokasikan mencapai sekitar 6,22 juta meter persegi, menjadikannya salah satu proyek pengembangan logistik terbesar di kawasan tersebut.

Terhubung dengan Koridor Logistik Lintas Sinai

Mengutip dari Middle East Monitor, zona logistik yang akan dibangun di Sinai Utara merupakan bagian dari koridor logistik lintas Sinai yang lebih luas.

Koridor ini mencakup pengembangan pengembangan Pelabuhan Al-Arish di pesisir Laut Mediterania.

Pelabuhan ini diproyeksikan berperan sebagai pintu masuk utama perdagangan dari kawasan Mediterania menuju Semenanjung Sinai.

Untuk mendukung pergerakan barang dari dan menuju pelabuhan, pemerintah juga mengembangkan jaringan transportasi darat, termasuk pembangunan dan revitalisasi jalur kereta api yang membentang dari Bir Al-Abed menuju Al-Arish, kemudian diteruskan ke Rafah hingga Taba di ujung timur Sinai.

Baca juga: AS Desak Israel Buka Rafah, Akses Gaza Disebut Segera Normal Kembali

Konektivitas ini tidak berhenti di wilayah utara. Jalur logistik tersebut akan terhubung dengan pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah, seperti Taba dan Nuweiba, sehingga membentuk koridor perdagangan yang melintasi Sinai dari utara ke selatan.

Sinai Jadi Hub Perdagangan Regional

Dengan skema ini, barang yang masuk melalui Laut Mediterania dapat didistribusikan secara lebih cepat ke Laut Merah, dan sebaliknya, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada jalur laut tradisional yang lebih panjang.

Dari sisi geopolitik, setiap aktivitas pembangunan berskala besar di dekat perbatasan Israel secara otomatis menarik perhatian kawasan dan aktor internasional.

Sinai selama ini dipandang sebagai wilayah strategis yang berkaitan erat dengan perjanjian keamanan Mesir–Israel dan stabilitas regional.

Karena itu, pengembangan infrastruktur di kawasan ini kerap dibaca bukan hanya sebagai langkah ekonomi, tetapi juga sebagai sinyal politik bahwa Mesir memperkuat kendali negara dan kehadiran permanen di wilayah yang selama bertahun-tahun rawan konflik dan aktivitas militan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved