Senin, 18 Mei 2026

Kejar Swasembada Energi, Pemerintah Genjot Pengembangan Infrastruktur Gas

Gas bumi menjadi salah satu energi alternatif yang dapat menopang ketahanan energi nasional menuju swasembada energi.

Tayang:
handout
SWASEMBADA ENERGI - Diskusi “Memacu Infrastruktur Gas Menuju Swasembada Energi” yang diselenggarakan Energy for Transition (EITS) di Jakarta, Rabu, (26/2/2025). Gas bumi menjadi energi transisi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil lainnya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketahanan energi nasional menjadi isu krusial yang terus diperjuangkan pemerintah Indonesia, terutama dalam upaya transisi energi dan pengoptimalan pemanfaatan sumber daya alam yang ada.

Gas bumi menjadi salah satu energi alternatif yang dapat menopang ketahanan energi nasional menuju swasembada energi.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar Energy for Transition (EITS) bertajuk “EITS Discussion Series 2025” dengan tema “Memacu Infrastruktur Gas Menuju Swasembada Energi” di Jakarta, Rabu, (26/2/2025). 

Direktur Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) Kementerian ESDM, Laode Sulaiman menegaskan, gas bumi adalah salah satu sumber energi yang dapat diandalkan dalam menjaga ketahanan energi nasional.

"Dinamika dunia yang terus berkembang menuntut kita untuk memanfaatkan sumber daya alam yang kita miliki, seperti gas bumi, untuk mendukung ketahanan energi nasional," ungkap Laode.

Salah satu capaian penting dalam pengelolaan gas bumi Indonesia adalah realisasi lifting gas bumi yang mencapai 5.481 mmscf/d, dengan 3.881 BBTUD atau 67,08 persen dari total lifting gas bumi nasional yang digunakan untuk penyaluran gas domestik pada tahun 2024. 

"Gas ini sudah sampai ke level masyarakat, baik yang berpenghasilan rendah maupun tinggi, dan perlu terus kita perluas untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ucap Laode.

"Transisi energi memang penuh tantangan, namun kita terus berupaya untuk menemukan solusi terbaik, termasuk melalui kolaborasi dari berbagai pihak," sambung Laode.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga telah merencanakan pembangunan infrastruktur gas yang meliputi jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. 

"Pipa transmisi gas adalah prioritas utama, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera, yang akan menjadi backbone untuk distribusi gas," jelasnya.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi Suryodipuro menggarisbawahi pentingnya gas bumi dalam mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada energi. 

Baca juga: Wujudkan Swasembada Energi, Pemerintahan Prabowo Diminta Percepat Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi

"Gas bumi berperan penting dalam mendukung hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," ujarnya. 

Hudi juga menyatakan, Indonesia masih memiliki potensi besar dalam pengembangan gas, dengan lebih dari 50?ri penemuan lapangan baru dalam dekade terakhir adalah gas. Namun, tantangan terbesar dalam pengembangan gas bumi adalah infrastruktur. 

"Pengembangan infrastruktur gas untuk mendukung pemenuhan kebutuhan domestik, baik untuk pembangkit listrik, industri, maupun rumah tangga, sangat krusial," ungkap Hudi. 

Baca juga: Infrastruktur Gas Harus Digenjot untuk Sambut Momentum di Era Transisi Energi

Hudi menyebutkan, pemerintah terus mendorong pembangunan jaringan pipa gas, terutama di wilayah yang belum terhubung, seperti Sumatera dan Indonesia Timur. Di sisi lain, untuk mendukung transisi energi, gas bumi tetap menjadi bagian dari solusi. 

"Gas bumi adalah energi transisi yang dapat membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil lainnya, seperti batubara dan minyak bumi," lanjut Hudi. 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved