Senin, 1 September 2025

Harga Bawang Putih

Harga Bawang Putih Melonjak, Mendag Budi Minta Importir Segera Realisasikan Impor

Mendag Budi mengaku telah mengeluarkan seluruh izin impor bawang putih pada tahun ini, tapi para importir yang belum merealisasikannya.

Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews
HARGA BAWANG PUTIH - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ketika ditemui di Pasar Kebon Kembang Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025). Ia akan mendorong importir agar merealisasikan izin impor bawang putih yang mereka miliki agar bisa menekan harga bawang putih di pasaran. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga bawang putih saat ini di pasar mengalami kenaikan.

Menjelang Lebaran ini, berdasarkan data SP2KP Kemendag, harga bawang putih secara nasional naik 3,14 persen dari Rp 44.600 per kilogram (kg) ke Rp 46 ribu. Kenaikan ini sudah terjadi selama sebulan ke belakang.

Menyikapi kenaikan ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan mendorong importir agar merealisasikan izin impor bawang putih yang mereka miliki, sehingga stok yang masuk ke dalam negeri bisa segera didistribusikan dan bisa menekan harga di pasaran.

"Ya ini beberapa memang kami push terus untuk realisasi impornya. Kemudian yang sudah masuk sudah didistribusikan. Kami hampir tiap Jumat rapat dengan mereka untuk memperlancar pasokan sampai ke daerah-daerah," katanya ketika ditemui di Pasar Kebon Kembang Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025).

Baca juga: Prabowo Diminta Turun Tangan Berantas Mafia Impor Bawang Putih

Budi mengatakan telah mengeluarkan seluruh izin impor bawang putih pada tahun ini. Namun, para importir lah yang belum merealisasikannya.

Budi memaklumi belum terlaksananya realisasi impor bawang putih karena membutuhkan proses. Maka dari itu, ia memastikan akan menggencarkan koordinasi dengan para importir agar bisa segera direalisasikan.

"Belum semua terealisasi karena mungkin proses impor perlu waktu ya. Jadi kami selalu koordinasi dan realisasinya terus bertambah terus ya. Mudah-mudahan segera normal kembali," ujarnya.

Ditemui di tempat sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan bahwa realisasi impor memang mempengaruhi harga bawang putih di pasaran.

Sebagaimana diketahui, impor bawang putih RI 99 persen berasal dari China.

Importir perlu ditekan agar bisa segera merealisasikan izin impor bawang putih yang sudah mereka kantongi.

"Realisasi impornya tuh masih relatif kurang banyak, jadi otomatis akan mempengaruhi harga di dalam negeri. Nah [harga] ini akan terkoreksi nanti, mana kala realisasi impor itu sudah sesuai dengan target," kata Iqbal.

"Jadi kami akan menekan kepada para importirnya karena kan proses bisnis B2B ini dari importir kepada para distributor," ujarnya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan