Senin, 13 April 2026

Pemanfaatan PLTS Ditingkatkan Industri Semen Jadi Sumber Energi Ramah Lingkungan

PLTS di Pabrik Tuban mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dan efisiensi konsumsi listrik. 

Istimewa
ENERGI RAMAH LINGKUNGAN - Fasilitas panel surya di atap gedung utama kantor SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya transisi menuju energi hijau. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ditingkatkan industri nasional, sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan dan berkelanjutan

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turut memperluas pemanfaatan kapasitas PLTS di berbagai area operasional, termasuk di Pabrik Tuban, Jawa Timur.

Pada November 2024, instalasi panel surya berkapasitas 6,4 Megawatt peak (MWp) di sepuluh atap bangunan Pabrik Tuban telah mulai beroperasi secara komersial. 

Fasilitas ini dikelola PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha SIG. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas PLTS SIG Group meningkat enam kali lipat menjadi 6,5 MWp dari sebelumnya 0,12 MWp pada 2023. 

Baca juga: PLTS Berkapasitas 303,1 kWp di Banten Diresmikan, Bakal Hasilkan Energi 400 MWh per Tahun

Megawatt peak menunjukkan kapasitas maksimal pembangkitan listrik ketika seluruh kondisi teknis terpenuhi.

"Sustainability Roadmap 2030 menjadi panduan bagi operasional yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan," kata Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra dikutip dari Kontan, Rabu (25/6/2025).

Menurutnya, PLTS di Pabrik Tuban mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dan efisiensi konsumsi listrik

Sepanjang 2024, energi surya dari PLTS SIG menghasilkan sekitar 1.726 MWh, yang berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 1.450 ton CO₂.

“Penggunaan energi surya merupakan bukti konkret komitmen SIG dalam transisi menuju EBT yang ramah lingkungan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Indrieffouny.

Secara geografis, lokasi Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memiliki potensi energi surya tinggi, dengan rata-rata iradiasi sekitar 4,80 kWh/m⊃2;/hari. 

Pabrik SBI Tuban bahkan berada di wilayah dengan iradiasi lebih tinggi, yakni sekitar 5,4 kWh/m⊃2;/hari. 

Berdasarkan potensi tersebut, SBI membangun sistem PLTS atap terhubung jaringan (on-grid rooftop PV system) pada sepuluh atap bangunan. 

PLTS tersebut beroperasi paralel dengan listrik PLN untuk mendukung kebutuhan operasional pabrik, kantor, dan fasilitas lainnya.

Direktur Utama SBI, Asri Mukhtar, menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam mengatasi dampak perubahan iklim akibat emisi GRK. 

“Transisi dari energi fosil ke energi surya menjadi langkah konkret SBI dalam mendukung pembangunan rendah emisi,” ujarnya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved