Thailand Ekspansi Waralaba ke Indonesia Bidik Kemitraan Sektor Konsumsi
pemerintah mendukung pengembangan sektor waralaba sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Partisipasi ini melalui Thailand Pavilion
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah Thailand melalui Department of International Trade Promotion (DITP) akan berpartisipasi aktif dalam ajang The 24th International Franchise, License & Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2025 yang digelar pada 29–31 Agustus 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Baca juga: Indonesia Raih 2 Gelar di Thailand International Challenge 2025, Christian Adinata Kena Revans
Partisipasi ini diwujudkan melalui Thailand Pavilion yang akan menampilkan pelaku usaha waralaba Thailand yang menjajaki potensi kerja sama di pasar Indonesia.
Keikutsertaan Thailand dalam IFRA 2025 tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk atau layanan, tetapi juga membawa misi ekonomi untuk memperkuat hubungan bisnis lintas negara melalui model waralaba, lisensi, dan konsep usaha kreatif. Mengusung tema “Unlocking the True Business Opportunity”, Thailand Pavilion difokuskan sebagai ruang interaksi antara pelaku usaha Thailand dan Indonesia yang tertarik menjalin kemitraan.
Direktur Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara, menyampaikan bahwa IFRA 2025 menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kapasitas industri waralaba Thailand kepada pasar Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi antar pelaku usaha ASEAN dapat memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari pertumbuhan usaha hingga penciptaan lapangan kerja dan pengembangan inovasi.
“Menurut kami, kerja sama antar pelaku usaha ASEAN memiliki potensi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Hataichanok Sivara, Direktur Thai Trade Center Jakarta, dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).
Thailand Pavilion juga membuka sesi business matching yang memungkinkan pelaku usaha Indonesia bertemu langsung dengan pemilik usaha dari Thailand. Program ini difasilitasi oleh Thai Trade Center Jakarta dan dapat diakses melalui pendaftaran di lokasi booth.
Tujuannya adalah menyediakan ruang diskusi konkret terkait potensi kerja sama waralaba dan lisensi, dengan dukungan informasi dan pendampingan dari penyelenggara.
Baca juga: Thailand Laporkan Kamboja ke PBB atas Pelanggaran Konvensi Ottawa
Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, menjadi salah satu pasar yang menarik bagi pelaku usaha regional.
Pemerintah Thailand melihat peluang untuk menjalin kemitraan bisnis yang saling menguntungkan. Menurut Hataichanok Sivara, pasar Indonesia dinamis dan terbuka terhadap inovasi, sehingga kolaborasi lintas negara memiliki potensi sinergi yang konstruktif.
IFRA 2025 merupakan salah satu pameran waralaba terbesar di Asia Tenggara, yang secara rutin menghadirkan ratusan peserta dari berbagai sektor seperti kuliner, pendidikan, retail, jasa, hingga teknologi. Tahun ini, penyelenggaraan kembali dipusatkan di JICC, Jakarta, sebagai titik temu strategis bagi pelaku usaha regional.
Selain Thailand, sejumlah negara lain juga turut mengikutsertakan konsep waralaba mereka, termasuk Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Australia, China, Hong Kong, dan Filipina. Kehadiran peserta internasional ini memperkuat posisi IFRA sebagai platform kolaborasi bisnis lintas negara dan memperluas cakupan jejaring waralaba di kawasan Asia Pasifik.
Dari sisi Indonesia, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah mendukung pengembangan sektor waralaba sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyebutkan bahwa program business matching yang dijalankan sejak awal tahun telah menghasilkan transaksi senilai 51,8 juta USD, sebagian besar melibatkan pelaku UMKM.
Menurutnya, IFRA menjadi jembatan penting bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar internasional secara lebih terstruktur dan beretika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Direktur-Thai-Trade-Center-Jakarta-Hataichanok-Sivara-memaparkan-produk-waralaba-Thailand.jpg)