Proyek LNG Abadi Masuki Tahap FEED, Ditargetkan Produksi 2029
Proyek LNG Abadi akan memproduksi gas bumi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek LNG Abadi di Blok Masela resmi memasuki fase Front End Engineering and Design (FEED) setelah diresmikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas dan Inpex Corporation.
Tahap FEED meliputi empat paket utama, yaitu pembangunan kilang LNG darat (Onshore LNG/OLNG), sistem produksi terapung (FPSO), jaringan subsea (SURF), dan jalur pipa ekspor gas (GEP).
Seluruh paket itu juga mencakup komponen penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Storage/CCS).
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, peresmian ini sebagai langkah penting dalam pengembangan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela.
"Ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi salah satu pilar ketahanan energi serta motor penggerak pembangunan nasional dan daerah," katanya saat memberi sambutan dalam acara peresmian yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Pemerintah menaruh harapan besar agar proyek ini berjalan sesuai dengan jadwal dan memberi manfaat maksimal bagi bangsa dan ketersediaan energi secara global.
Yuliot menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan proyek ini melalui dukungan fleksibilitas dalam peraturan pengadaan.
Selain itu, dukungan percepatan perizinan terkait serta tepat waktu untuk fase FEED dan EPC (Engineering, Procurement, and Construction/Rekayasa, Pengadaan, dan Konstruksi).
"Saya mengajak seluruh mitra untuk menjadikan acara ini sebagai momentum percepatan pelaksanaan proyek agar Lapangan Gas Abadi Masela ini dapat berproduksi pada 2029 demi ketahanan energi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," ucap Yuliot.
Target Selesai FEED Tahun Ini
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan bahwa pekerjaan FEED akan diselesaikan pada tahun ini.
"Kita asumsikan selesai pada waktu tahun ini juga, lebih kurang tiga bulan sebagaimana dengan ENI, itu juga FEED dapat kita laksanakan selama tiga bulan," kata Djoko.
Baca juga: PGN Klaim Penyaluran Gas Bumi ke Pelanggan Industri Sudah Normal
Secara paralel, ia mengatakan proses tender juga akan dikerjakan dengan asumsi pengerjaan FEED rampung pada tahun ini, sehingga Final Investment Decision (FID) bisa ditandatangani pada awal 2026.
Djoko juga mengungkapkan, sudah ada pembeli LNG dari proyek ini, salah satunya PT PLN (Persero). "Kami berharap juga ini dapat dilakukan hal yang sama dengan pembeli LNG dari luar," ujar Djoko.
Baca juga: Imbas Harga Gas Bumi Naik, Perusahaan Keramik Rumahkan Karyawan
Proyek LNG Abadi akan memproduksi gas bumi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun (Million Tons Per Annum/MTPA), 150 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD/Million Standard Cubic Feet), dan sekitar 35 ribu barel kondensat minyak per hari (BCPD/Barel Condensate Per Day).
Mengenal Tanimbar, Kepulauan di Maluku yang Baju Adatnya Dipakai Jokowi, Ada Blok Masela |
![]() |
---|
Usai Ambil Hak Partisipasi Shell, Begini Kesiapan Pertamina Kembangkan Blok Masela |
![]() |
---|
Masuknya PHE di Blok Masela Diyakini Bawa Dampak Positif Bagi Perekonomian Indonesia Timur |
![]() |
---|
Resmi Kelola Blok Masela, PHE Dinilai Pengamat Energi Sudah Berpengalaman |
![]() |
---|
Pertamina-Petronas Rogoh Kocek Rp9,7 Triliun Ambil Alih Hak Partisipasi Shell di Blok Masela |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.