Indonesia dan Turki Bentuk Komite Gabungan Kembangkan 14 Sektor Industri
RI dan Turki sepakat membentuk Komite Gabungan Kerjasama Industri yang mencakup 14 sektor strategis seperti kendaraan listrik dan industri halal.
TRIBUNNEWS.COM - Indonesia dan Turki sepakat membentuk Joint Committee for Industrial Cooperation atau Komite Gabungan untuk Kerjasama Industri yang mencakup 14 sektor strategis, mulai dari teknologi baterai, kendaraan listrik, tekstil, hingga industri halal.
Komite bersama ini akan menjadi wadah utama dalam menyusun dan mengawal peta jalan kerja sama industri kedua negara.
"Indonesia akan segera menyusun roadmap kerja sama industri Indonesia-Turki sebagai panduan strategis untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang di berbagai sektor," tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Minggu (21/9/2025).
Komite bersama ini merupakan tindak lanjut dari forum High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada Februari 2025, ketika Presiden RI dan Presiden Turki menandatangani Joint Statement memperingati 75 tahun hubungan diplomatik.
Pertemuan itu menghasilkan 12 nota kesepahaman antar-pemerintah dan 10 kesepakatan antarperusahaan di sektor energi, pertahanan, perdagangan, pendidikan tinggi, hingga industri.
Kesepakatan terbaru dengan Indonesia, ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki Mehmet Fatih Kacir di sela 12th Annual Teknofest Aerospace and Technology Festival di Istanbul, Sabtu (20/9/2025).
Beberapa kerja sama konkret telah berjalan, antara lain antara Pertamina Hulu Energi dan TPAO di sektor migas, kolaborasi PT PAL Indonesia dengan TAIS Shipyard untuk pembangunan frigat kelas Istanbul, serta joint venture dengan Baykar dan Roketsan untuk pendirian fasilitas produksi drone tempur.
Selain kerja sama pemerintah, sejumlah perusahaan Turki juga semakin aktif menanamkan modal di Indonesia. Sanko Holding telah memulai investasi budi daya tuna di Biak, Papua, sementara Kordsa di Bogor mengembangkan riset material komposit untuk ekspor.
Lalu Arcelik, produsen peralatan rumah tangga terbesar kedua di dunia, telah bekerja sama dengan mitra lokal untuk memproduksi mesin cuci di Indonesia dan berencana memperluas produksi lemari es dan pendingin udara.
Baca juga: Toyota Akan Terapkan Teknologi Baterai Kendaraan Listrik yang Diklaim Miliki Jarak Tempuh Lebih Jauh
Perusahaan ini menargetkan Indonesia sebagai basis produksi baru di Asia, sejajar dengan fasilitasnya di Thailand.
Momentum kerja sama terus diperdalam melalui kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Turki pada April 2025, yang menghasilkan kesepakatan investasi strategis di sektor baterai kendaraan listrik, energi terbarukan, tekstil kelas atas, serta produksi vaksin dan teknologi pertahanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Teknofest-Turki-OK.jpg)