Jumat, 24 April 2026

Dorong Transisi Energi Bersih, Arsari Tambang Garap Timah Ramah Lingkungan

Timah Arsari Tambang diproduksi melalui proses rendah karbon dengan menggunakan teknologi tanur listrik memanfaatkan sumber energi terbarukan

|
Editor: Sanusi
HO
TIMAH RAMAH LINGKUNGAN - Presiden Direktur Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo. Ia menyebut Dunia saat ini tengah berada dalam masa transisi menuju energi bersih, dan timah memiliki peran penting di dalamnya. 

 

Ringkasan

  • Timah ramah lingkungan dimasifkan produksinya di RI
  • Dunia saat ini tengah berada dalam masa transisi menuju energi bersih
  • Timah Indonesia digunakan kendaraan listrik mewah seperti Rolls Royce Spectre

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia menegaskan komitmennya untuk berperan lebih besar dalam rantai pasok global energi bersih

Melalui PT Arsari Tambang, perusahaan membuat produk timah ramah lingkungan bernama Envirotin yang diklaim diproduksi dengan teknologi rendah karbon dan berbasis energi terbarukan.

Presiden Direktur Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo, mengatakan, dunia saat ini tengah berada dalam masa transisi menuju energi bersih, dan timah memiliki peran penting di dalamnya.

Baca juga: DPR Minta Harga Timah Diawasi Ketat Usai Aset Rp7 Triliun Diserahkan ke PT Timah

"Dunia membutuhkan infrastruktur yang seperti timah. Bukan untuk kaleng makanan atau produk lainnya, tapi untuk mobil listrik, energi terbarukan, dan teknologi canggih seperti semikonduktor. Indonesia punya potensi besar,” ujar Aryo saat peluncuran Envirotin di ajang Minerba Expo 2025 di JICC, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Menurut Aryo, timah dari Arsari Tambang diproduksi melalui proses rendah karbon dengan menggunakan teknologi tanur listrik yang memanfaatkan sumber energi terbarukan dari PLN, seperti PLTA dan PLTP di Sumatera.

“Kenapa kita sebut timah ramah lingkungan? Karena produksi melalui proses rendah karbon, menggunakan teknologi tanur listrik dengan sumber listrik energi terbarukan. Teknologi tanur listrik bebas emisi ini sejalan dengan prinsip ESG dan upaya menuju net zero emission,” jelasnya.

Envirotin, lanjut Aryo, bukan hanya sekadar hasil tambang, melainkan bukti bahwa Indonesia mampu memimpin industri logam hijau di pasar global.

“Envirotin bukan sekadar produk, ini adalah bukti bahwa Indonesia bisa bersaing di pasar global. Bukan hanya menambang, tapi juga memimpin dengan produk ramah lingkungan,” tegasnya.

Aryo juga menyinggung penggunaan timah Indonesia dalam berbagai produk berteknologi tinggi, termasuk kendaraan listrik mewah seperti Rolls Royce Spectre, mobil listrik pertama dari Rolls Royce yang menggunakan nikel dan timah asal Indonesia.

"Bayangkan, suatu saat nanti kita menggunakan ponsel, laptop, atau mobil listrik dengan komponen yang berasal dari Indonesia. Dari Envirotin, karya anak bangsa. Jadi meskipun barangnya impor, hatinya tetap Indonesia,” ungkap Aryo.

Baca juga: Kejagung Sita 42 Ribu Ton Mineral Senilai Rp 216 Miliar Dari Terpidana Korupsi Timah Tamron

Arsari Tambang berharap peluncuran Envirotin dapat menjadi langkah nyata menuju hilirisasi industri mineral yang berkelanjutan dan mendukung visi “Inovasi Hijau, Indonesia Maju”.

"Envirotin adalah langkah awal menuju masa depan hijau. Kami percaya, dengan inovasi hijau, kita bisa wujudkan slogan kita: Inovasi Hijau, Indonesia Maju! Mari bersama-sama mendorong hilirisasi yang bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved