Senin, 18 Mei 2026

Wamenperin Faisol Sebut Manufaktur Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Hingga triwulan kedua 2025, kontribusi industri pengolahan nonmigas tercatat sebesar 16,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Tayang:
Lita/Tribunnews
DINAMIKA EKSPOR IMPOR - Acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Kinerja industri manufaktur masih tetap positif sepanjang 2025. 

 

Ringkasan Berita:
  • Sektor manufaktur tumbuh stabil di tengah tekanan ekonomi global.
  • Kinerja ekspor juga menjadi bukti ketangguhan sektor manufaktur.
  • Ekspor produk manufaktur mencapai 147,95 miliar dolar AS atau 79,9 persen dari total ekspor nasional. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sektor manufaktur terus menunjukkan peran strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah gejolak ekonomi global. 

Pasalnya hingga triwulan kedua 2025, kontribusi industri pengolahan nonmigas tercatat sebesar 16,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, meski ekonomi global menghadapi disrupsi rantai pasok dan lonjakan biaya logistik, sektor manufaktur nasional tetap tumbuh stabil. 

Ia menjelaskan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) berada di level 53,02, sementara Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Agustus 2025 naik ke 51,5, menandakan ekspansi pertama dalam lima bulan terakhir.

Baca juga: Menperin Agus Gumiwang Sebut Ekspor 3 Juta Unit Toyota Buktikan Kekuatan Manufaktur Nasional

"Beberapa bulan PMI kita itu walaupun ada dua bulan yang agak di bawah 50, tapi dua bulan terakhir juga sudah di atas 50,4. IKI pun juga stabil di 53,02," kata Faisol dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Faisol menambahkan, kinerja ekspor juga menjadi bukti ketangguhan sektor manufaktur.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, ekspor produk manufaktur mencapai 147,95 miliar dolar AS atau 79,9 persen dari total ekspor nasional. 

"Kontribusi ekspor, sampai bulan Agustus, dari bulan Januari, total ekspor industri manufaktur kita itu kira-kira 147,95 miliar dolar AS dari total ekspor 185,13 miliar soale AS atau setara dengan 79,9 persen," jelasnya. 

Selain menopang ekspor, sektor manufaktur pada semester I tahun 2025 juga menyumbang investasi sebesar Rp 366,6 triliun dari total realisasi investasi Rp 942,9 triliun.

Kemudian sektor ini telah menyerap sekitar 19 juta tenaga kerja.

Faisol menyebut capaian tersebut mempertegas posisi industri manufaktur sebagai mesin utama penggerak ekonomi Indonesia.

Faisol menyebut, sektor padat karya seperti tekstil dan elektronik menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dalam setahun terakhir. 

Bahkan, industri tekstil yang sempat dianggap sunset industry kini justru kembali menggeliat. Hal ini didorong oleh adanya relokasi investor asing. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved