Strategi Industri Tambang Jalankan Usaha yang Berdampak Positif ke Warga
Industri tambang memiliki tanggung jawab besar menjadi penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) Harry Kesuma Tanoto mengatakan, industri tambang memiliki tanggung jawab besar menjadi penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Harry saat menjadi pembicara dalam sesi Kontribusi Pertambangan pada Pembangunan Negara dan Daerah dalam rangkaian Mineral & Batubara Convention Expo (Minerba Convex) 2025, yang digelar Ditjen Minerba Kementerian ESDM di Jakarta belum lama ini.
Harry mengatakan, pihaknya berkomitmen menjalankan praktik pertambangan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, keberlanjutan dalam industri tambang harus diwujudkan melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat—baik dari sisi infrastruktur, pendidikan, maupun kemandirian ekonomi.
“Kami berkomitmen untuk terus konsisten membangun daerah melalui berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Harry.
Salah satu wujud nyata kontribusi tersebut adalah pembangunan infrastruktur jalan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Hingga kini, CITA telah membuka akses jalan sepanjang lebih dari 90 kilometer, yang menghubungkan kampung, desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Pembukaan akses jalan ini tidak hanya mempermudah mobilisasi dan distribusi logistik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi titik awal tumbuhnya banyak peluang ekonomi baru,” tambahnya.
Selain infrastruktur, juga mendorong peningkatan produktivitas petani melalui program replanting sawit.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat petani sawit yang menghadapi tantangan produktivitas dan regenerasi tanaman, memberikan dukungan berupa pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, edukasi pengelolaan lahan, serta penguatan kelembagaan petani.
Baca juga: MIND ID Perkuat Kesetaraan Gender di Industri Tambang
"Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani sekaligus menciptakan efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal," katanya.
Di bidang pendidikan, CITA menghadirkan program “Gerakan Ayo Sekolah Ciptakan Edukasi, Relasi, dan Dukungan Anak Sekolah” (GAS CERDAS) di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Program ini berfokus membantu anak-anak yang putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan agar bisa kembali bersekolah atau menempuh jalur pendidikan non-formal melalui paket C.
Baca juga: Pengamat Minta Pemerintah Perketat Industri Tambang usai 5 Korporasi Tersangka Baru Kasus Timah
“Melalui Gas Cerdas, kami ingin berkontribusi menciptakan generasi muda yang lebih berpendidikan dan siap menghadapi masa depan,” ungkap Harry.
Dalam ajang Minerba Convex 2025, CITA juga membuka kesempatan rekrutmen kerja untuk berbagai posisi, mulai dari staf hingga superintendent, dengan penempatan di kantor pusat maupun di wilayah operasional Air Upas dan Sandai.
Langkah ini memperlihatkan komitmen CITA dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia nasional, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkiprah di dunia pertambangan yang berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MInerba-Convex-OK.jpg)