Atasi Masalah Missing Middle di Dunia Usaha, 500 Pemikir Berkumpul di Jakarta
Di Asia Tenggara, kini terdapat 71 juta usaha kecil yang sedang tumbuh (small growing businesses/SGBs).
"Harapannya, kelompok 'missing middle' bisa ikut terjun ke dalam ekonomi digital. Untuk bisnis yang belum terhubung dengan sistem perbankan, mereka bisa mendaftar di platform , membuat tautan pembayaran, dan menerima transaksi digital, termasuk QR Code, dengan mudah," kata dia.
Baca juga: Akad Massal KUR Terbesar Sepanjang Sejarah, Airlangga: UMKM Adalah Pahlawan Ekonomi Indonesia
Menurut Tessa, potensi ekonomi digital Asia Tenggara masih sangat besar. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap dunia digital.
Acara tersebut menghadirkan lebih dari 500 tokoh pemikir (thought leaders), termasuk pendiri startup, investor, korporasi, pembuat kebijakan, serta pemimpin ekosistem dari seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Pembicara ternama mencakup Rudiantara (Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia), Patsian Low (Deputy CEO dan Chief of Markets, AVPN), Vivi Yulaswati (Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital, Kementerian PPN/Bappenas),, dan Veronica Utami (Country Director, Google Indonesia).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Chairperson-KUMPUL-Impact-Faye-Wongso.jpg)