Jumat, 10 April 2026

Prabowo Ingin Pertumbuhan Inklusif: Tak Ada Negara yang Ekonominya Tertinggal

Prabowo menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan memperkuat kepercayaan antarnegara.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
dok Sekretariat Presiden
KTT APEC - Presiden Prabowo Subianto di APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Jumat (31/10/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo menghadiri KTT APEC  APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan
  • Prabowo menekankan APEC harus memastikan bahwa manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua pihak
  • Karena itu penting menjaga stabilitas dan memperkuat kepercayaan antarnegara

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak boleh ada negara yang tertinggal dalam upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025) waktu setempat.

“APEC harus memastikan bahwa manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua pihak sehingga tidak ada ekonomi yang tertinggal.”

APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) adalah forum kerja sama ekonomi regional yang terdiri dari 21 negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.

Tujuan organisasi ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan integrasi ekonomi regional melalui perdagangan bebas dan terbuka.

Ketidakpastian global

Prabowo menyampaikan bahwa meningkatnya ketidakpastian global, ketegangan, dan menurunnya kepercayaan dapat mengancam stabilitas ekonomi global dan memperdalam perpecahan. 

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan memperkuat kepercayaan antarnegara.

Dijelaskan Prabowo, Indonesia terus menerjemahkan prinsip inklusivitas ke dalam aksi nyata melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi untuk dapat berperan dalam rantai nilai global. 

Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan dengan WTO sebagai inti, guna memastikan kompetisi yang adil.

Prabowo menekankan bahwa tantangan seperti korupsi, penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan orang, dan narkotika merupakan ancaman lintas batas yang dapat merusak masa depan ekonomi negara-negara APEC.

“Kita tidak dapat mengatasi bahaya ini sendirian. Kita harus bekerja sama secara multilateral, terutama menghadapi penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan orang, dan narkotika yang mengancam masa depan perekonomian kita," jelasnya.

Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia menjadi penghubung dan penyama kepentingan, sehingga APEC terus menjadi platform yang menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh ekonomi anggotanya.

“APEC harus memastikan kemajuan untuk semua," pungkasnya.
 

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved