Pernyataan Saiful Mujani soal Jatuhkan Prabowo Dinilai Tak Masuk Ranah Kritik
Seruan Saiful Mujani menjatuhkan Prabowo Subianto dikritik Yulian Paonganan sebagai berpotensi makar dan ancam stabilitas
Ringkasan Berita:
- Pernyataan Saiful Mujani yang menyerukan penjatuhan Presiden Prabowo Subianto menuai kritik keras
- Aktivis Yulian Paonganan menilai ajakan itu bukan kritik demokratis, melainkan berpotensi makar dan mendelegitimasi Pemilu 2024
- Ia meminta ketidakpuasan disalurkan lewat jalur konstitusional demi menjaga stabilitas nasional
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan pengamat politik Saiful Mujani yang menyerukan penjatuhan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai respons keras.
Aktivis Yulian Paonganan alias Ongen menilai, pernyataan tersebut tidak lagi masuk dalam koridor kritik demokratis, melainkan berpotensi mengarah pada tindakan makar.
“Kalau kritik itu sah dalam demokrasi. Tapi kalau sudah menyerukan menjatuhkan pemerintahan, itu bukan lagi kritik, itu sudah masuk wilayah makar,” kata Ongen kepada wartawan, Senin (6/4/2026).
Ongen menyebut, ajakan menjatuhkan pemerintahan yang sah merupakan bentuk delegitimasi terhadap hasil Pemilu 2024 yang telah berlangsung secara demokratis.
Ia juga mengaitkan sikap Saiful Mujani dengan dinamika politik pada Pilpres 2024 lalu.
Menurutnya, publik mengetahui posisi Saiful Mujani yang berada di kubu Ganjar Pranowo.
Baca juga: Saiful Mujani Serukan Jatuhkan Prabowo, Golkar: Kebencian Tak Boleh Hilangkan Objektivitas
“Publik harus tahu konteksnya. Jangan sampai kekecewaan politik diarahkan menjadi ajakan menjatuhkan pemerintahan yang sah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ongen menegaskan bahwa ketidakpuasan terhadap hasil pemilu seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional, bukan dengan membangun narasi yang berpotensi memicu instabilitas.
“Kalau terus dibiarkan, ini bisa memicu instabilitas. Apalagi disampaikan oleh tokoh yang punya pengaruh,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi global yang tengah bergejolak, termasuk ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.
Menurut Ongen, dalam situasi global yang tidak menentu, Indonesia justru membutuhkan persatuan nasional.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Indonesia harus kuat, rakyat harus bersatu, bukan malah diajak menjatuhkan pemerintah,” kata dia.
Ongen pun menyarankan agar pihak-pihak yang tidak puas dengan pemerintahan saat ini menyalurkan aspirasi melalui jalur demokrasi yang sah, seperti Pemilu 2029.
“Kalau tidak puas, silakan bertarung di Pilpres 2029. Itu jalur demokrasi yang benar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani menyerukan 'penggulingan' Presiden Prabowo Subianto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pendiri-smrc-saiful-mujani-dalam-nih5.jpg)