Viral Botol Minum Hilang di KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, KAI Tegaskan Tak Ada Pemecatan Petugas
Setiap petugas KAI disebut menjalankan tugas dengan mengedepankan kejujuran, transparansi, dan pelayanan yang sesuai standar.
Ringkasan Berita:
- Barang pribadi tetap berada dalam tanggung jawab masing-masing pengguna jasa.
- Setiap petugas KAI menjalankan tugas dengan mengedepankan kejujuran, transparansi, dan pelayanan yang sesuai standar.
- Layanan Lost and Found yang sepanjang Januari–Oktober 2025 telah mengamankan 11.670 barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp 12,88 miliar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengingatkan bahwa barang pribadi tetap berada dalam tanggung jawab masing-masing pengguna jasa.
Hal itu ditegaskan VP Corporate Communications KAI, Anne Purba, merespons viralnya isu botol minum (tumbler) yang tertinggal di layanan KRL.
Anne memastikan setiap petugas KAI menjalankan tugas dengan mengedepankan kejujuran, transparansi, dan pelayanan yang sesuai standar.
"Kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari koordinasi dengan mitra petugas, sampai memastikan SOP dijalankan hingga dokumen layanan," kata Anne dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025).
Baca juga: Sosok Bocah SD Viral Berangkat Sekolah Jam 4 Pagi Naik KRL dari Tangerang ke Jaktim, Dinilai Cerdas
"Setiap keputusan terkait petugas harus berbasis fakta yang lengkap agar adil bagi semua pihak,” jelasnya.
Anne memastikan bahwa tidak ada pemecatan petugas seperti yang ramai disebut di media sosial.
Jika diperlukan, ia menyebut KAI akan melakukan pembinaan untuk menjaga kualitas layanan dan mendukung petugas tetap berada dalam koridor prosedur yang benar.
KAI sendiri memiliki layanan Lost and Found yang sepanjang Januari–Oktober 2025 telah mengamankan 11.670 barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp 12,88 miliar.
3.819 di antaranya merupakan barang berharga seperti telepon genggam, laptop, hingga perhiasan.
"Dengan sistem Lost and Found yang kuat dan peran aktif pelanggan, kita bisa menjaga keamanan barang serta kepercayaan publik," ujar Anne.
Sebagai informasi, persoalan yang viral ini bermula dari seorang penumpang KRL bernama Anita Dewi membagikan cerita awalnya ketinggalan cooler bag (tas pendingin) di bagasi gerbong khusus wanita saat turun di Stasiun Rawa Buntu setelah menempuh rute Tanah Abang-Rangkasbitung.
Anita menyebut hilangnya botol minum atau tumbrl yang ada di dalam cooler bagnya itu disebutnya hilang karena petugas KAI tidak bertanggung jawab.
Seorang petugas KAI bernama Argi dikabarkan dipecat oleh PT KAI berkaitan dengan kasus hilangnya tumbler yang dipersoalkan oleh Anita.
"TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pengguna-KRL-Jabodetabek-Tembus-280-Juta_20251117_194436.jpg)