Minggu, 26 April 2026

Prabowo Masih Optimistis Ekonomi Indonesia Positif di Tengah Ketidakpastian Global

Prabowo optimistis ekonomi RI tetap positif meski dunia penuh ketidakpastian, inflasi terkendali, program bergizi gratis capai 2 miliar porsi.

Penulis: Taufik Ismail
YouTube Sekretariat Presiden
EKONOMI INDONESIA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan optimisme ekonomi Indonesia tetap positif meski dunia diliputi ketidakpastian global. 
Ringkasan Berita:
  • Dunia dilanda konflik dan perang dagang, Presiden sebut ekonomi RI tetap menjanjikan.
  • BI rilis inflasi Oktober 2025 terkendali 2,86 persen, BPS catat pertumbuhan triwulan I 4,87%.
  • Program makan bergizi gratis capai 2 miliar porsi, menjangkau 44 juta penerima manfaat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan prospek positif meski dunia diliputi ketidakpastian global.

Hal itu ia sampaikan dalam pidato di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025, Gedung BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.

"Kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan kita di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian," kata Prabowo.

Presiden menjelaskan, ketidakpastian global muncul dari konflik yang bergeser di berbagai belahan dunia, termasuk perang dagang antarnegara besar.

Menurutnya, meski ada tanda-tanda penyelesaian konflik besar, ketegangan baru tetap muncul di wilayah lain. 

"Di tengah tanda-tanda optimis bahwa konflik peperangan besar sudah bisa kelihatan ada tanda-tanda dapat diselesaikan, muncul juga kondisi-kondisi ketegangan di tempat-tempat lain," ujarnya.

Dalam konteks itu, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi.

"Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain. Indonesia harus bisa mandiri dan berdikari," tegasnya.

Baca juga: Menkeu Purbaya: Setiap Tahun Uang Pemda Mengendap di Bank Rp 100 Triliun

Optimisme Presiden juga didukung oleh paparan Menko Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia mengenai kondisi makroekonomi. Bank Indonesia dalam Analisis Inflasi Oktober 2025 yang dirilis 13 November 2025 mencatat inflasi nasional terkendali di level 2,86% year-on-year, sesuai sasaran 2,5±1%.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Berita Resmi Statistik 5 Mei 2025 melaporkan pertumbuhan ekonomi triwulan I mencapai 4,87% year-on-year, dengan PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.665,9 triliun. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa 27 November 2025 menyampaikan outlook pemerintah bahwa pertumbuhan kuartal IV dapat mencapai 5,6–5,7%, didorong stimulus fiskal dan pemulihan perbankan.

Selain aspek makro, Prabowo menyinggung capaian program sosial. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 44 juta penerima manfaat dengan total 2 miliar porsi makanan sejak Januari 2025.

"Sudah 2 miliar meals, 2 miliar makanan sudah kita produksi dan sudah kita sampaikan ke penerima manfaat," katanya.

Optimisme Presiden memberi harapan, namun data resmi menunjukkan tantangan global tetap nyata. Kemandirian ekonomi dan program sosial yang menyentuh rakyat menjadi kunci agar Indonesia tetap kuat menghadapi gelombang ketidakpastian dunia.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved