Kamis, 4 Juni 2026

Anggaran BGN Rp 113 M untuk Pengadaan Jasa EO Disorot, Ini Penjelasan Dadan Hindayana

BGN jadi sorotan usai anggaran di lembaga ini diperuntukkan membayar  jasa Event Organizer (EO). 

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/kolase/Tribunnews.com/X @ferizandra
PENGADAAN EO - Pengguna media sosial X @ferizandra membagikan daftar 16 perusahaan EO yang mendapatkan tender atau kontrak dari BGN. Ia menuliskan, Rp113,9 miliar anggaran publik digelontorkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membayar jasa Event Organizer (EO)... data PBJP mencatat 31 paket pekerjaan dengan total kontrak mencapai Rp113.916.541.381, tersebar ke 16 perusahaan. 

Ringkasan Berita:
  • BGN disorot usai anggaran lembaga ini diperuntukkan membayar  jasa Event Organizer (EO). 
  • 16 perusahaan EO yang mendapatkan tender atau kontrak dari BGN.
  • Kabar ini ramai di media sosial X.

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang mengurusi Program Makan Bergizi Gratis (BGN) jadi sorotan usai anggaran di lembaga ini diperuntukkan membayar  jasa Event Organizer (EO). 

Seorang pengguna X, membagikan cuitan membuka anggaran ini pada 11 April 2026.

Baca juga: Anggota DPR Desak BGN Klarifikasi Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik MBG: Potensi Rugikan Uang Negara

Selain cuitan, pengguna @ferizandra juga membagikan daftar 16 perusahaan EO yang mendapatkan tender atau kontrak dari BGN.

"Rp113,9 miliar anggaran publik digelontorkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membayar jasa Event Organizer (EO)... data PBJP mencatat 31 paket pekerjaan dengan total kontrak mencapai Rp113.916.541.381, tersebar ke 16 perusahaan," tulis @ferizandra.

 

Pakai Jasa EO, Apakah Bisa Tingkatkan Kualitas Gizi Masyarakat?

MENU MBG - Siswa SMP N 1 Tamansari, Kabupaten Bogor sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/12/2025). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, siswa-siswa sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan bentuk bahan makan kering atau panganan yang tidak memerlukan pengolahan kompleks.
MENU MBG - Siswa SMP N 1 Tamansari, Kabupaten Bogor sedang menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (16/12/2025). Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan, siswa-siswa sekolah yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan bentuk bahan makan kering atau panganan yang tidak memerlukan pengolahan kompleks. (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Publik berhak mempertanyakan indikator output dari belanja sebesar ini: apakah kegiatan yang diselenggarakan benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, atau sekadar memenuhi kebutuhan administratif dan seremoni kelembagaan...?

Transparansi dan akuntabilitas menjadi krusial, sebab setiap rupiah anggaran negara sejatinya bersumber dari pajak rakyat—yang semestinya kembali dalam bentuk program yang terasa, bukan sekadar acara yang terlihat....” tulis lagi cuitan tersebut.

Pemilik akun tersebut menyatakan, informasi adanya penggadan anggaran untuk jasa EO itu bersumber dari perspektiv.idn.

Jawaban Kepala BGN soal Anggaran Jasa EO

Kepala BGN pun Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran miliar untuk jasa EO yang menjadi sorotan publik.

Anggaran itu tercatat dalam data Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) untuk 31 paket pekerjaan dengan total kontrak kisaran Rp113.916.541.381. Anggaran tersebut diketahui masuk ke dalam 16 perusahaan.

Baca juga: Puluhan Polisi Apel di Gang Sempit, Perusahaan Motor Listrik MBG Hanya Sesekali Orang Keluar Masuk

Dadan beralasan, pihaknya belum memiliki keahlian mumpuni dalam penyelenggaraan event, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang berskala besar dan kompleks, diperlukan dukungan pihak profesional.

EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara yang profesional, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional.

“Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya," jelasnya di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved