Modernisasi dan Pengembangan Kilang Balikpapan Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diyakini akan memperkuat kemandirian energi nasional.
Ringkasan Berita:
- RDMP Balikpapan adalah proyek strategis nasional Pertamina berupa modernisasi kilang minyak di Kalimantan Timur.
- Tujuan utama meningkatkan kapasitas produksi dari 260 ribu barel/hari menjadi 360 ribu barel/hari.
- Pengamat energi menilai RDMP dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas produksi BBM nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dinilai menjadi langkah strategis yang harus didukung untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM.
Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan adalah proyek strategis nasional Pertamina berupa modernisasi dan pengembangan kilang minyak Balikpapan di Kalimantan Timur.
Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sekaligus meningkatkan kualitas produk BBM dari standar Euro II ke Euro V yang lebih ramah lingkungan
Pengamat Energi Fahmy Radhi, menegaskan bahwa RDMP merupakan bagian penting dalam upaya negara memperkuat kapasitas produksi BBM nasional.
“Saya kira RDMP Balikpapan harus didukung oleh semua pihak karena untuk meningkatkan energi nasional, tetapi masih banyak juga yang harus dikembangkan agar energi nasional dengan pembangunan kilang baru,” kata Fahmi, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Dosen Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini, modernisasi kilang seperti RDMP Balikpapan memiliki peran besar dalam menekan impor BBM yang selama ini membebani neraca perdagangan dan membatasi ruang fiskal pemerintah.
“Tentunya Pertamina harus memperbanyak pembangunan kilang baru dan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM harus adanya energi terbarukan, tetapi ini juga sangat membantu,” tegasnya.
Fahmy Radhi yang mendapat gelar Doktor di University of Newcastle, Australia itu melihat RDMP sebagai instrumen potensial dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
“RDMP bisa memperkuat ketahanan energi Indonesia jika didukung dengan teknologi dan dikembangkan energi terbarukan, karena untuk menjadi swasembada energi harus memiliki kilang yang bisa menghasilkan untuk mencukupi kebutuhan nasional,” jelasnya.
Selain menambah kapasitas produksi, RDMP juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas BBM nasional agar sesuai standar internasional. Namun, Fahmy menilai peningkatan kualitas ini membutuhkan strategi jangka panjang yang lebih komprehensif.
“Agar bisa meningkatkan kualitas BBM nasional dengan menyamai standar Euro V harus ada penambahan kilang baru dan sumber energi lainnya yang menggantikan energi fosil ini,” katanya.
Fahmy menutup dengan menekankan pentingnya dukungan lintas sektor agar manfaat RDMP Balikpapan dapat maksimal. “
Dampaknya tentu untuk meningkatkan energi nasional sangat membantu tetapi harus ada dukungan energi lainnya,” ujarnya.
Pembangunan RDMP Balikpapan ditargetkan menjadi salah satu penopang utama kemandirian energi dalam beberapa tahun mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Proyek-Refinery-Development-Master-Plan-Balikpapan.jpg)