Sabtu, 2 Mei 2026

Satgas Nataru Pertamina Resmi Beroperasi, Pakar: Langkah Nyata Perbaikan Layanan Energi 

Satgas Nataru Pertamina melibatkan seluruh subholding dan anak usaha dan mulai bekerja 24 jam penuh, lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com
PASOKAN ENERGI - PT Pertamina (Persero) resmi mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 untuk memastikan keamanan, kelancaran, serta ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode libur akhir tahun. 

Ringkasan Berita:
  • Pengaktifan Satgas Nataru sebagai bentuk kesungguhan Pertamina untuk meningkatkan kualitas layanan.
  • Satgas dapat menjawab keraguan publik terkait berbagai persoalan distribusi energi yang muncul pada momentum liburan sebelumnya

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) untuk memastikan keamanan, kelancaran, serta ketersediaan energi bagi masyarakat selama periode libur akhir tahun.

Satgas melibatkan seluruh subholding dan anak usaha dan mulai bekerja 24 jam penuh, lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Puncak mobilitas diperkirakan terjadi pada 24–25 Desember 2025, 31 Desember 2025–1 Januari 2026, serta arus balik 2–4 Januari 2026. Percepatan pembentukan Satgas dinilai sebagai langkah strategis Pertamina dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi.

Pakar Kebijakan Publik sekaligus Dosen Ilmu Pemerintahan UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, menyebut pengaktifan Satgas Nataru sebagai bentuk kesungguhan Pertamina untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Saya menyambut baik adanya Satgas Nataru. Pertama, ini bentuk respons positif dari Pertamina untuk memperbaiki kinerja, untuk membuktikan bahwa Pertamina itu bisa melayani masyarakat, tidak hanya jual produk,” ujarnya pada Selasa (2/12/2025).

 Ia menilai kehadiran Satgas dapat menjawab keraguan publik terkait berbagai persoalan distribusi energi yang muncul pada momentum liburan sebelumnya.

Bachtiar juga menilai percepatan pembentukan Satgas sebagai sinyal bahwa Pertamina lebih siap dalam menghadapi lonjakan konsumsi energi.

Baca juga: Truk Sumbu 3 Dilarang Beroperasi di Libur Nataru, Aptrindo Waktunya Dibatasi

“Kalau lebih cepat berarti memang lebih prepared harapannya, sehingga tidak terburu-buru. Berarti kalau dibentuk sejak awal memang ada upaya besar yang dilakukan,” jelasnya.

 Ia berharap layanan Pertamina dapat terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga lebih responsif terhadap kebutuhan publik.

Terkait efektivitas Satgas dalam menjamin ketersediaan BBM, Bachtiar menyebut kesiapan stok dan distribusi menjadi faktor utama.

“Supply BBM itu terjadi ketika puncak arus mobilitas masyarakat saat liburan. Maka memang Pertamina perlu mempersiapkan stoknya, bahkan melipatgandakan. Yang kedua terkait distribusinya, apalagi cuaca yang tidak menentu seperti ini,” katanya.

Baca juga: Cara Dapat Diskon 20 Persen Tiket Kapal PELNI Periode Libur Nataru 2025/2026

Ia menekankan pentingnya antisipasi logistik energi di tengah perubahan iklim yang tidak pasti. Tantangan seperti kemacetan panjang juga memerlukan inovasi pelayanan.

“Saya melihat mulai ada upaya berbenah. Pertamina perlu punya inovasi modular dalam memenuhi kebutuhan energi saat macet. Kalau kondisi macet dan mesin mati, otomatis menambah kemacetan. Satgas itu bekerja juga dalam konteks penyediaan BBM modular,” jelasnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital disebut sangat penting untuk memperkuat respons cepat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved