Zulkifli Hasan Buka-bukaan Jadi Penjahatnya dalam Wawancara dengan Harrison Ford
Zulkifli bilang wawancara itu dilakukan sekitar tahun 2009 hingga 2010 membahas rusaknya hutan di Taman Nasional Tesso Nilo di Pelalawan, Riau.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkap cerita di balik wawancaranya bersama aktor Hollywood Harrison Ford ketika dia menjadi Menteri Kehutanan periode 2009–2014.
Zulkifli bilang wawancara itu dilakukan sekitar tahun 2009 hingga 2010 membahas rusaknya kawasan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
"[Harrison Ford] datang mau ketemu saya. Saya waktu itu kan isunya soal kerusakan hutan. Isunya Tessi Nilo justru," kata Zulhas dikutip dari tayangan di akun YouTube Denny Sumargo, Rabu (3/12/2025).
Zulhas awalnya meminta agar wawancara dilakukan secara terbuka dan disaksikan puluhan media nasional di aula Kementerian Kehutanan tetapi yang terjadi di lapangan berbeda.
Saat tiba di kantornya, ia mendapati ruang kerja menteri sudah diatur sedemikian rupa oleh tim Harrison Ford. Bahkan, menurutnya, ada empat kamera yang telah dipasang.
Ia menggambarkan suasana saat itu sebagai kondisi “tanpa aturan”. Para pegawai Kementerian Kehutanan disebut tidak berani menegur tim produksi tersebut.
"Jadi saya duduk, dia masuk wawancara. Belakangan saya baru terasa oh ini shooting film, ini heronya, ya tentu ada penjahatnya. Saya penjahatnya. Ya sudah nasib sebagai pejabat. Risiko," ujar Zulhas.
Seingat dia, sejak di ruang tunggu, tim Harrison Ford sudah memenuhi area kantor.
Wawancara akhirnya berlangsung, tetapi dirinya merasa digambarkan seolah-olah meremehkan masalah kerusakan hutan TNTN yang saat itu mulai dikuasai perkebunan sawit ilegal.
Zulhas membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa konteks Indonesia berbeda jauh dengan Amerika Serikat. Ia mengatakan, Indonesia baru saja reformasi, berbeda dari Amerika Serikat sudah 200 tahun merdeka.
"Saya jelaskan: bung, ini bukan Amerika. Amerika sudah 200 tahun merdeka. Kita ini baru reformasi. Pejabat-pejabat ini takut sama rakyat karena rakyat sekarang begitu kuasa. Dulu pilihan DPR sekarang rakyat," ucap Zulhas.
Baca juga: Banyak Kayu Hanyut saat Banjir Sumatra, WALHI: Itu Ditebang, Hutan Jadi Objek Investasi
Ia mengungkapkan tim Kementerian Kehutanan kesulitan masuk ke kawasan TNTN karena wilayah tersebut sudah dikuasai kelompok tertentu.
"Saya mengatakan saya waktu itu tidak bisa menindak karena kita lagi zamannya surplus demokrasi, kebebasan, saat itu," kata Zulhas.
Baca juga: Walhi: Banjir dan Longsor di Sumut karena Kerusakan Hutan Batang Toru
Zulhas menduga banyak penjelasannya yang tidak ditampilkan dalam film dokumenter tersebut. Penuturannya dalam perbincangan dengan Denny Sumargo jauh lebih lengkap daripada yang muncul di video bersama Harrison Ford.
"Ya mungkin dipotong. Diedit. Kan dia yang punya kamera. Saya kan ga punya. Kan dia semua timnya. Saya ga ada," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERAS-IMPOR-ILEGAL-Menteri-Koordinator-Bidang-Pangan-Zulkifli-Hasan-8080.jpg)