Sabtu, 11 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Walhi: Banjir dan Longsor di Sumut karena Kerusakan Hutan Batang Toru

Walhi Sumut menilai banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatra Utara dikarenakan kerusakan hutan.

TikTok/aguslimsy/ayahkinaan
KAYU HANYUT - Potongan video yang diunggah warganet di media sosial TikTok menunjukkan aliran sungai dan banjir di Batang Toru, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara dipenuhi kayu gelondongan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut menilai banjir dan longsor yang terjadi di Sumut dikarenakan kerusakan hutan. 

Ringkasan Berita:
  • Walhi Sumut menilai banjir dan longsor terjadi akibat kerusakan ekosistem Hutan Batangtoru.
  • Kerusakan hutan diperparah izin perusahaan, memicu deforestasi dan ancaman bagi flora-fauna.
  • Bencana melanda 11 kabupaten dengan 24 korban meninggal dan lima masih hilang.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Utara (Sumut) menilai banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumut dikarenakan kerusakan hutan.

Banjir besar melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), Mandailing Natal, dan Sibolga pada Selasa (25/11/2025).

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik mengatakan bukan hujan yang menyebabkan bencana ini, namun kerusakan eskositem hutan Batang Toru.

Hutan ini terletak di wilayah Tapsel, Tapteng, dan Tapanuli Utara (Taput).

"Fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Padahal saat banjir tiba, terlihat banyak kayu-kayu terbawa air."

"Dan jika dilihat dari citra satelit, tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana," ungkap Jaka, Rabu, dilansir Tribun Medan.

BANJIR DI SUMUT - Banjir di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Hingga, Rabu (26/11/2025) sedikitnya, 8 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sosok dua prajurit TNI yang terseret arus saat berusaha membantu evakuasi korban banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, Selasa (25/11/2025).
BANJIR DI SUMUT - Banjir di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Hingga, Rabu (26/11/2025) sedikitnya, 8 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sosok dua prajurit TNI yang terseret arus saat berusaha membantu evakuasi korban banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, Selasa (25/11/2025). (Istimewa/Dok. Kecamatan Batang Toru)

Lanjut Jaka, pihaknya sudah menyuarakan pentingnya menjaga ekosistem hutan tropis terakhir di Sumut itu.

Menurutnya, kerusakan ekosistem ini sangat mengancam karena wilayah tersebut kaya akan flora dan fauna, termasuk Orangutan Tapanuli yang paling langka di dunia. 

Walhi Sumut menduga kuat bahwa bencana yang terjadi saat ini diperparah oleh kebijakan pemerintah yang memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan di ekosistem Batang Toru.

BANJIR SUMUT - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Ada 9 titik longsor dan 11 lokasi longsor di Tapanuli Utara.
BANJIR SUMUT - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Ada 9 titik longsor dan 11 lokasi longsor di Tapanuli Utara. (HO/IST)

Jaka mengkritik ungkapan intensitas hujan mengakibatkan banjir yang terjadi.

Padahal, pemerintah harusnya melakukan kebijakan-kebijakan yang dapat meminimalisir dampak dari bencana 

"Laju deforestasi di wilayah ini sulit dibendung karena perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di ekosistem Batang Toru melakukan penebangan pohon dengan berlindung dibalik izin yang dikeluarkan pemerintah," ungkap Jaka. 

Korban Meninggal Dunia 24 Orang

Sementara itu hingga Rabu (26/11/2025), korban meninggal dunia mencapai 24 orang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan juga menyebut lima orang dikabarkan hilang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved