Jumat, 17 April 2026

BTN Resmikan Gedung Baru Kanwil Jateng DIY, Dilengkapi Kantor Cabang Digital

BTN meresmikan gedung baru Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng DIY) dan Digital Store Karang Ayu

HO
GEDUNG BARU - Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, gedung baru tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan ruang sekaligus memperkuat transformasi perseroan yang dalam dua tahun terakhir banyak melakukan pembaruan, baik dari sisi operasional maupun fisik kantor. 
Ringkasan Berita:
  • BTN menggabungkan desain modern dengan bangunan heritage lama yang tetap dipertahankan
  • BTN memodernisasi gedung heritage tersebut menjadi Digital Store pertama di Jawa Tengah dan ke-11 di Indonesia

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meresmikan gedung baru Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng DIY) dan Digital Store Karang Ayu, Senin (1/12/2025).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, gedung baru tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan ruang sekaligus memperkuat transformasi perseroan yang dalam dua tahun terakhir banyak melakukan pembaruan, baik dari sisi operasional maupun fisik kantor.

"Ini adalah bagian dari transformasi di BTN. Kita memang setahun dua tahun terakhir banyak melakukan perubahan, termasuk fisik kantornya. Jadi banyak hal yang kita ubah,” kata Nixon dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Turun Langsung ke Padang, Direksi BTN Salurkan Bantuan Lewat Universitas dan Pemda

Nixon menilai, lokasi gedung ini sangat strategis karena berada di Jalan Mgr. Sugiopranoto yang merupakan pusat komersial, perbankan, dan aktivitas masyarakat Semarang.

BTN menggabungkan desain modern dengan bangunan heritage lama yang tetap dipertahankan.

Perpaduan itu dinilai menjadi identitas baru BTN yang kokoh dan berwawasan ke depan untuk mendukung produktivitas, kualitas layanan, dan inovasi.

Gedung tersebut dilengkapi berbagai fasilitas seperti basement, aula, ruang rapat, musholla, ruang laktasi, area hiburan, sky garden, serta  rooftop.

“Lokasi ini strategis, tetap kita pertahankan gedung heritage," ujar Nixon.

Baca juga: Begini Strategi Akar Rumput BTN Realiasikan Program 3 Juta Rumah Prabowo

"Ini jadi seru antara heritage dan gedung modern, desainnya kita satukan menjadi representasi perjalanan BTN dengan tetap menjaga warisan, namun tampil modern dan berbasis teknologi,” sambungnya.

BTN memodernisasi gedung heritage tersebut menjadi Digital Store pertama di Jawa Tengah dan ke-11 di Indonesia.

Kantor cabang digital ini menggantikan fungsi teller dan customer service dengan sistem berbasis digital dan kecerdasan buatan (AI).

Nasabah dapat membuka rekening hanya dalam 3–5 menit melalui pemindaian KTP yang terintegrasi dengan Dukcapil.

Hingga kini, lebih dari 20 kantor cabang BTN telah dikonversi menjadi cabang digital.

Nixon memastikan dalam transformasi digital ini BTN tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau layoff karyawan.

Mereka dipindahkan ke fungsi yang lebih penting seperti sales dan operations karena memang fungsinya sudah bisa digantikan oleh teknologi dan AI.

"Dengan cara ini pelayanan jauh lebih baik, lebih cepat, lebih akurat,” ucap Nixon.

Baca juga: Perluas Layanan Digital bagi Mahasiswa dan Dosen, BTN Gandeng Universitas Negeri Surabaya

Potensi Ekonomi Jawa Tengah

Nixon turut menyoroti potensi ekonomi Jawa Tengah yang terus tumbuh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jateng pada triwulan III 2025 tercatat melaju 5,37 persen secara tahunan, melampaui rata-rata nasional.

Pertumbuhan tersebut ditopang sektor-sektor utama seperti industri pengolahan/manufaktur, perdagangan besar dan eceran, pertanian, serta konstruksi.

Gabungan empat sektor tersebut menyumbang 70–75 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng.

“Stabilitas dan pertumbuhan pada multi sektor menghasilkan basis profil masyarakat yang beragam, meliputi pekerja tetap, pelaku usaha UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), profesional, hingga pekerja industri yang menjadi potensi bisnis bagi BTN,” kata Nixon.

Ia menyatakan ke depannya BTN akan memperluas ekspansi pembiayaan perumahan dan non-perumahan (beyond mortgage).

BTN juga memperluas ke pembiayaan UMKM melalui program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor perumahan yakni Kredit Program Perumahan (KPP) dengan bunga 6 persen.

Program tersebut menyasar pekerja informal dan wiraswasta yang sebelumnya sulit mengakses kredit pemilikan rumah (KPR) lantaran tidak memiliki slip gaji.

“Sekarang tidak ada alasan lagi. Pemerintah sudah menyiapkan KPP hingga Rp500 juta yang disubsidi negara. Developer kecil juga bisa memanfaatkan plafon hingga Rp5 miliar per putaran, empat kali putaran sampai Rp20 miliar,” ujar Nixon.

Perkuat Kemitraan

Nixon mengungkap BTN juga berupaya memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dan komunitas, baik di sektor perumahan maupun non-perumahan.

Nixon menyatakan portofolio kredit BTN saat ini masih didominasi sektor perumahan dengan porsi 85 persen.

Namun, angka tersebut telah menurun dari sebelumnya 95 persen.

“Bukan karena kredit perumahan melambat, tetapi karena kredit non-perumahan tumbuh lebih cepat," kata Nixon.

BTN menargetkan porsi kredit perumahan dan non-perumahan dapat mencapai 70–30 persen pada 2029.

"Sisi non-perumahan akan terus kami dorong, termasuk UMKM, agar BTN dapat berkontribusi lebih besar pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Nixon.

Ia berharap fasilitas lengkap dan layanan digital yang dihadirkan di gedung baru dapat memperkuat kinerja Kanwil Jateng DIY sekaligus menjadikan BTN sebagai role model_digital banking di daerah.

“Kami ingin layanan semakin cepat, aman, dan berorientasi pada pengalaman nasabah. Gedung ini menjadi contoh nyata inovasi perbankan di Jawa Tengah,” kata Nixon.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved