BTN Gandeng IDM, Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan UMKM di Destinasi Wisata
Kerja sama ini menjadi langkah strategis BTN dalam menghadirkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi melalui kolaborasi strategis aktivitas budaya..
Ringkasan Berita:
- BTN menjalin kerja sama dengan InJourney Destination Management untuk memperkuat ekosistem pariwisata berbasis layanan keuangan dan digital.
- Kolaborasi ini mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, serta digitalisasi transaksi di destinasi wisata.
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat perannya dalam pengembangan sektor pariwisata nasional melalui kolaborasi strategis berbasis layanan keuangan dan digital.
Baca juga: Wamenpar Sebut Wisata Bahari Sumbang 45 Persen Aktivitas Pariwisata Nasional
Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko atau InJourney Destination Management (IDM) di Lapangan Garuda, Kompleks Candi Prambanan, Kamis (30/4/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dan Direktur Utama IDM Febrina Intan. Kerja sama ini menjadi langkah strategis BTN dalam menghadirkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Sekaligus, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.
"Kemajuan pariwisata menjadi indikator penting kemajuan sebuah negara. Karena itu, Indonesia menempatkan pengembangan industri pariwisata sebagai prioritas utama," ungkap Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.
Nixon menegaskan, keterlibatan BTN di sektor pariwisata merupakan bagian dari komitmen jangka panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, BTN aktif mendukung berbagai aktivitas budaya di destinasi yang dikelola IDM, seperti Swara Prambanan dan Pasar Medang.
"Pariwisata dan budaya adalah katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari komitmen BTN dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan pelaku ekonomi lokal, termasuk seniman dan UMKM," jelas Nixon.
Melalui kerja sama ini, BTN juga memperluas implementasi layanan keuangan dan inovasi digital di kawasan destinasi. Layanan tersebut mencakup kemudahan transaksi bagi pengunjung dan pelaku usaha di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Menurut Nixon, tingginya jumlah kunjungan di destinasi seperti TMII, Candi Borobudur, dan Prambanan menjadi peluang untuk menghadirkan sistem transaksi yang lebih efisien dan modern. Digitalisasi yang dikembangkan mencakup pembelian tiket, layanan makanan dan minuman (F&B), hingga berbagai aktivitas wisata dalam satu ekosistem terintegrasi.
Didukung lebih dari 7 juta nasabah dan 4 juta pengguna Bale by BTN, perseroan menargetkan perluasan basis nasabah. Terutama dari segmen generasi muda dan keluarga. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi pelaku UMKM serta masyarakat di sekitar destinasi.
Selain digitalisasi, BTN juga terus menyalurkan pembiayaan untuk pengembangan infrastruktur pariwisata. Mulai dari hotel, fasilitas wisata, transportasi, hingga pemberdayaan UMKM. Sebelumnya, BTN telah menjalin kemitraan dengan berbagai pelaku industri seperti Ancol dan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI).
Baca juga: Legislator PAN Athari Gauthi Harap Pariwisata Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal
"Harapannya, kolaborasi ini mampu mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan memperkuat industri pariwisata nasional secara berkelanjutan," terang Nixon.
Sementara itu, Direktur Utama IDM Febrina Intan menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara sektor jasa keuangan dan pengelola destinasi. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman wisata berkelas dunia di kawasan Borobudur, Prambanan, Keraton Ratu Boko, serta TMII.
"Ini merupakan wujud orkestrasi antar-BUMN untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia, sekaligus membangun ekosistem pengalaman yang utuh dan bermakna," jelas Febrina.
Kerja sama BTN dan IDM mencakup pengembangan berbagai program berbasis intellectual property (IP) di kawasan destinasi, termasuk kegiatan yang menyasar generasi muda seperti Festival Lampion dan Move at the Temple. Selain itu, kolaborasi juga mendukung atraksi budaya rutin seperti Ramayana Ballet Prambanan, pertunjukan Roro Jonggrang, dan Shinta Obong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Candi-Prambanan-BTN.jpg)