Kamis, 21 Mei 2026

Lampaui Target Penjualan 2025, Inalum Perkuat Sinergi dengan Pelanggan

Pertumbuhan penjualan didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor ekstrusi, otomotif, kabel, dan lembaran aluminium.

Tayang:
Penulis: Sanusi
aceh.kemenag.go.id
INDUSTRI - Inalum menggelar Customer Gathering 2025 melalui sesi Aluminium Talk. Acara ini menjadi forum diskusi sekaligus ajang penghargaan bagi pelanggan loyal, di antaranya PT Pakoakuina (Alloy), PT ATA Internasional Industri (Billet), PT Indonesia Smelting Technology (Ingot), PT YKK AP Indonesia (Loyal Customer Recognition), dan PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia (Innovation Partner Award). 
Ringkasan Berita:
  • Hingga Oktober 2025, volume penjualan aluminium Inalum mencapai 236.517 ton, melampaui target RKAP.
  • Pertumbuhan penjualan didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor ekstrusi, otomotif, kabel, dan lembaran aluminium.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menutup tahun 2025 dengan capaian penjualan yang solid dan membanggakan.

Direktur Utama INALUM Melati Sarnita, mengungkapkan apresiasi kepada para pelanggan dan pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang selama ini diberikan.

Ia menegaskan, hubungan yang baik antara perusahaan dan para customer merupakan fondasi kuat bagi pertumbuhan industri aluminium nasional. Melati juga menyampaikan terima kasih kepada para pemangku kebijakan dan praktisi industri yang terus menjaga ekosistem pasar aluminium tetap kondusif dan penuh optimisme.

Baca juga: Inalum Percepat Hilirisasi Aluminium untuk Penuhi Kebutuhan Nasional yang Melonjak 600 Persen

Hingga Oktober 2025, volume penjualan aluminium Inalum mencapai 236.517 ton, melampaui target RKAP sebesar 231.034 ton atau 102,4 persen dari target tahunan. Pencapaian ini juga meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan 227.114 ton. Kinerja positif tersebut menunjukkan tumbuhnya permintaan aluminium dan kuatnya posisi Inalum di pasar, baik domestik maupun global.

Pertumbuhan penjualan didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor ekstrusi, otomotif, kabel, dan lembaran aluminium. Produk utama Ingot G1 menjadi kontributor terbesar, disusul Ingot S1B, Alloy, Billet, Molten, dan Ingot S2. Pasar ekspor juga stabil dengan Malaysia sebagai tujuan terbesar, diikuti Korea Selatan, Jepang, Cina, India, dan Thailand. Secara keseluruhan, 76 persen penjualan dialokasikan untuk pasar domestik, sementara 24 persen untuk ekspor.

Direktur Pengembangan Usaha Inalum Arif Haendra, menilai pencapaian ini menjadi momentum penting menyongsong tahun 2026. Menurutnya, strategi bisnis perusahaan terbukti tepat dengan penjualan yang solid di pasar domestik maupun global.

Sebagai bentuk apresiasi, Inalum menggelar Customer Gathering 2025 melalui sesi Aluminium Talk. Acara ini menjadi forum diskusi sekaligus ajang penghargaan bagi pelanggan loyal, di antaranya PT Pakoakuina (Alloy), PT ATA Internasional Industri (Billet), PT Indonesia Smelting Technology (Ingot), PT YKK AP Indonesia (Loyal Customer Recognition), dan PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia (Innovation Partner Award).

Menjelang pergantian tahun, Inalum menegaskan komitmen memperkuat industri aluminium nasional melalui pengembangan pabrik pemurnian Alumina SGAR Phase 2 dengan kapasitas 2 juta ton per tahun, pembangunan smelter kedua di Mempawah, serta peningkatan kapasitas Smelter Kuala Tanjung melalui Potline 4. Program strategis ini diharapkan menjadi fondasi transformasi jangka panjang menuju industri aluminium Indonesia yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved