Banjir di Sumatera
Pemerintah Hapus Utang Macet UMKM Korban Banjir Bandang Sumatera
Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dipastikan akan turun karena bencana ini.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah akan menghapus kredit macet pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir bandang di Sumatera.
- Ketentuan penghapusan kredit macet UMKM tersebut bisa berlaku otomatis karena sudah ada payung hukumnya.
- Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dipastikan akan turun karena bencana ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan menghapus kredit macet pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak banjir bandang di Sumatera.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan relaksasi dan penghapusan kredit macet ini bisa berlaku otomatis karena payung hukumnya sudah ada.
"Regulasinya sudah ada dan itu bisa berlaku otomatis restrukturisasi dan penghapusan kredit macet," kata Airlangga ketika ditemui di mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).
Airlangga kemudian mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat dipastikan akan turun karena bencana ini.
Ia mengatakan, pemerintah juga akan membuat program untuk perbaikan infrastruktur di tiga provinsi tersebut.
"Pertumbuhan [ekonomi] di daerah bencana dipastikan akan turun, yaitu Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Nah tentu kita prihatin dengan situasi yang ada, tentu akan ada program untuk perbaikan infrastruktur, ke depannya rehabilitasi," ujar Airlangga.
Sebagai informasi, saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 776 jiwa pada Kamis (3/12/2025) pukul 13.34 WIB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan ratusan korban tersebut tersebar di Aceh sebanyak 277 orang, Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 200 orang dan Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 299 orang.
Total sebanyak 564 orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian. Akibat banjir ini sebanyak 2.600 orang mengalami luka-luka. Fenomena ini berdampak pada 3.200.000 orang yang berada di wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar.
Baca juga: Banyak BTS Rusak Akibat Banjir, Pemerintah Manfaatkan Starlink dan Satelit Satria-1
Peristiwa yang terjadi pada akhir bulan November 2025 ini meluluhlantakkan 50 kabupaten di tiga provinsi. Tak main main, data BNPB jumlah rumh yang rusak akibat bencara ini ada sekita 10.400 unit.
Baca juga: Akses Jalan Darat ke Aceh Tamiang dan Sibolga Kembali Terbuka
Sebanyak 378 unit fasilitas umum rusak, fasilitas kesehatan 9 unit, fasilitas pendidikan 225 unit. Juga 144 tempat peribadatan ikut terdampak, gedung atau kanto 105 rusak serta jembatan 295 tak berbentuk.
Purbaya Optimistis Tak Ganggu Pertumbuhan Ekonomi
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera tidak akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal IV 2025.
Menurut Purbaya, bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tetap memengaruhi aktivitas ekonomi, namun tidak sampai menahan laju pertumbuhan secara signifikan.
"Akan berdampak (ke perekonomian) tapi tidak sampai memperlambat terlalu signifikan, apalagi nanti kalau ada perbaikan-perbaikan fasilitas bangunan dan lain-lain itu akan mendorong ekonomi sedikit," kata Purbaya di kompleks Parlemen DPR RI, Kamis (4/12/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Airlangga-hapus-kredit-macet-OK.jpg)