Minggu, 7 Juni 2026

Banjir di Sumatera

BBM Langka di Sumatera Utara, Anggota DPR Pertanyakan Kinerja Pertamina

Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu menyoroti kinerja Pertamina dalam mengantisipasi kelangkaan BBM di Sumatera Utara belakangan ini.

Tayang:
/BNPB Indonesia
BBM LANGKA - Jembatan terputus akibat banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Utara awal Desember 2025. Banjir bandang mengakibatkan kelangkaan BBM dua pekan sejak terjadinya bencana dan menghambat distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat. 

Namun sejumlah titik, khususnya sebagian wilayah Aceh dan Sibolga, masih menghadapi tantangan distribusi karena akses jalan terputus.

Baca juga: Kapal Perang TNI AL Akan Bawa 2.000 Ton BBM Ke Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Untuk mempercepat pembukaan jalur yang terdampak, Pertamina Patra Niaga memasok BBM ke alat berat milik Kementerian PUPR baik melalui kemasan drum maupun jeriken.

“Pengiriman khusus juga dilakukan menggunakan Hercules TNI AU, yang mengangkut 25 drum Solar dan Pertamax ke Pinangsori, daerah yang masih terisolir dari Sibolga agar alat berat dapat segera beroperasi membuka jalur logistik dari kedua arah," tambahnya.

Mars Ega juga menyebut, operasi bantuan udara terus diperkuat melalui dukungan pasokan avtur untuk Hercules dan helikopter yang melakukan evakuasi serta pengiriman logistik.

"Pertamina Patra Niaga memastikan kebutuhan avtur untuk pergerakan pesawat bantuan tetap terjaga agar akses udara bagi masyarakat tidak terputus," ujarnya.

Di sisi lain, pasokan LPG masih menghadapi tantangan, terutama di Aceh yang akses daratnya belum sepenuhnya pulih. Untuk itu, suplai LPG ke Banda Aceh dialihkan melalui jalur laut dari Lhokseumawe.

Pihaknya menargetkan dua hari ke depan distribusi LPG kepada warga dapat dinormalkan secara bertahap,” katanya.

Mars Ega menyebut, untuk mempercepat pemulihan layanan energi secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga juga melakukan mobilisasi awak mobil tangki tambahan.

Hingga kini, sebanyak 58 Awak Mobil Tangki (AMT) didatangkan dari Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Kalimantan, dan jumlah tersebut ditargetkan hingga 80 AMT guna memastikan pengiriman BBM semakin cepat dan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Mars Ega juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan karena pasokan dalam kondisi terkendali.

Untuk mempercepat layanan BBM ke instansi penting seperti rumah sakit, penyedia jaringan komunikasi, serta operasional alat berat, pihaknya menyiapkan nomor khusus 0822-7692-9620. Sementara itu, layanan informasi untuk masyarakat tetap melalui Pertamina Contact Center 135.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved