Banjir di Sumatera
Bos PLN: 5 Hari Lagi Aliran Listrik di Banda Aceh Pulih
PLN sudah mendatangkan genset dan pembangkit baru ke Banda Aceh untuk mengurangi pemadaman bergilir yang terjadi.
Ringkasan Berita:
- Aliran listrik di Kota Banda Aceh ditargetkan kembali pulih dalam lima hari ke depan setelah infrastruktur PLN hancur oleh banjir bandang akhir November hingga awal Desember 2025.
- PLN sudah mendatangkan genset dan pembangkit baru ke Banda Aceh untuk mengurangi pemadaman bergilir yang terjadi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menargetkan aliran listrik di Kota Banda Aceh kembali pulih dalam lima hari ke depan setelah infrastruktur PLN hancur oleh banjir bandang akhir November hingga awal Desember 2025.
Selama masa pemulihan, PLN sudah mendatangkan genset dan pembangkit ke Banda Aceh agar pemadaman bergilir bisa berkurang.
"Kami terus berkomitmen mengerahkan seluruh pasukan kekuatan kami agar sistem kelistrikan Aceh bisa pulih kembali. Selama lima hari ini sampai Banda Aceh bisa full, kami membutuhkan waktu," kata Darmawan dalam konferensi pers secara daring, Selasa (9/12/2025).
Darmawan mengatakan bahwa pemulihan listrik di Aceh menghadapi tantangan teknis yang hebat.
Darmawan menjelaskan bahwa bencana banjir bandang di Aceh yang juga disertai longsor, telah mengakibatkan kerusakan yang masif dalam sistem kelistrikan Aceh.
Ia menyebut ada enam tower transmisi antara Bireuen dan pembakit listrik di Arun yang roboh. Lalu, sungai yang tadinya lebarnya 80 meter menjadi sekitar 300 sampai 400 meter.
Baca juga: PLN Hadapi Tantangan Maha Berat Pulihkan Jaringan Listrik di Aceh
"Tower-tower kami terbawa banjir bandang dan juga kabelnya juga hilang," kata Darmawan.
Ia pun diberi arahan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia agar segera memperbaiki tower yang rusak tersebut dan langsung menyambungkan kembali transmisi dari Arun ke Banda Aceh.
Dampak dari kerusakan tower ini adalah pembangkit di Arun yang tidak bisa mengaliri listrik ke Banda Aceh. Oleh karena itu, Banda Aceh mengalami pedalaman bergilir.
Sebenarnya masih ada pasokan dari pembangkit di Nagan Raya, tetapi kapasitasnya terbatas. Ada juga kerusakan yang lain, yaitu transmisi dari Bireuen menuju ke Aceh Tengah, Takengon, dan juga Bener Meriah. Ada beberapa tower PLN yang juga ambruk.
Baca juga: PLN Prioritaskan RS Aceh Tamiang dan Posko Pengungsian, Listrik Darurat Menyala Dukung Pascabencana
"Kami juga mendapatkan arahan dalam kunjungan Pak Menteri untuk segera memperbaiki tower-tower dan juga kabel-kabel transmisi tersebut," ujar Darmawan.
Tantangan perbaikan tower ini satu di antaranya adalah bobot material tower yang mencapai 35 ton dan akhirnya harus diangkut menggunakan helikopter satu per satu.
Material ini juga memiliki tambahan berupa kabel-kabel dan peralatan lainnya yang bobotnya mencapai 16 ton. Akhrinya pengiriman dilakukan dari Jakarta ke Banda Aceh lalu ke Bireuen yang melibatkan unsur TNI Angkatan Darat dan Angkatan Udara.
"Kemudian, kami berhasil memulihkan tower dan juga menyambung kabel di tengah kondisi yang sangat sulit. Nah, dalam proses ini, kami berhasil merestorasi. Kemudian dalam saat yang bersamaan, transmisi dari Bireuen ke Takengon juga berhasil kami restorasi," ucap Darmawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolaborasi-PLN-bersama-TNI-Bergerak-Tanpa-Henti-Demi-Aceh-Terang_20251203_145248.jpg)